logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Ayam Geprek Cobek Bakar Sambal Matah Menggugah Selera, Ingin Mencoba

News24 Juni 2021
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 02:35 WIB
Diterbitkan 24 Jun 2021, 22:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Pencinta kuliner wajib mencoba salah satu kuliner unik di Sidoarjo, yakni ayam geprek. Bukan sembarang ayam geprek, tempat makan yang berada di Bringinbendo, Sidoarjo ini, menyediakan ayam geprek unik yang disajikan di atas cobek, lalu dibakar serta disiram dengan sambal matah yang pedas. Satu porsi ayam geprek cobek bakar ini dijual dengan harga Rp 10 ribu. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, (21/6/2021). Warung makan di kawasan Bringinbendo, Sidoarjo ini selalu ramai didatangi pelanggan, khususnya pencinta kuliner olahan ayam. Penikmat kuliner ini datang karena penasaran ingin mencicipi sajian ayam geprek unik, yakni ayam dihidangkan di atas cobek kemudian dibakar. Dan disiram sambal matah pedas, nan menggugah selera makan. Untuk membuat ayam geprek cobek bakar sambal matah, cukup mudah. Daging ayam yang sudah bersih digoreng dengan baluran tepung yang sudah diberi bumbu. Kemudian, siapkan bahan untuk membuat sambal matah. Terdiri dari cabai rawit merah, cabai hijau, bawang putih, dan bawang merah. Proses pembakaran bertabur sambal matah di atas cobek bisa menciptakan aroma unik. Satu porsi sajian ayam geprek cobek bakar dijual Rp 10.000. "Rasanya mantap banget, yang bikin mantap itu dari sambelnya, ayamnya juga dagingnya empuk, harganya juga terjangkau," ungkap Eva Kurniawati, Penikmat Kuliner. "Kita bikin beda, dibakar, kalau dibakar ini agak berbeda jadi jaranglah ada geprek bakar, mau ngeluarkan rasa yang lebih nikmat, kalau dibakar itu kan sensasinya beda, aromanya juga berbeda," terang Puguh Budiono, Pengelola Warung Makan. Satu lagi uniknya, pengelola kedai membuat persyaratan khusus, saat menyantap ayam geprek cobek bakar. Penikmat kuliner diwajibkan menghabiskan nasi, bila tidak, harus membayar dengan Rp 10.000. Penikmat kuliner di sini bebas mengambil nasi sepuasnya. Hal ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang makanan.

  • liputan6
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Sambal Matah
  • Sidoarjo
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • SCTV Biro Surabaya
  • bringinbendo
  • ayam geprek bakar
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News16 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News16 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News16 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News18 jam yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News18 jam yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News20 jam yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News20 jam yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News20 jam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News21 jam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    Newssehari yang lalu