Semua video realistis yang mengecoh tersebut berasal dari sebuah model bahasa besar berbasis AI yang menerima teks dan membaginya dalam beberapa unsur, yakni latar tempat, aktor, aktivitas, dan emosi. Kemudian, AI menyusun rencana rinci untuk sebuah adegan.
05:00
02:31
07:13
12:45
07:46
06:16
08:49
01:12
03:13
07:33