logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Jaga Ekosistem, Prenjak dan Trucuk Dilepas ke Alam Liar

News21 Februari 2021
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 08:05 WIB
Diterbitkan 21 Feb 2021, 04:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Prihatin semakin langkanya predator pemakan ulat di alam liar, pengelola wisata De-Djawatan, Banyuwangi, Jawa Timur, melepas liarkan ratusan buruk pemakan ulat di kawasan Hutan Pohon Trembesi pada Rabu (17/2) siang. Di kawasan ini, pengunjung juga bisa merasakan sensasi layaknya sedang berada di dalam Hutan Fangorn pada film Lord Of The Rings. Dengan tiket Rp 15.000 per orangnya, pengunjung sudah bisa berkeliling di kawasan hutan seluas 12 hektar lebih ini. Berikut pemberitaannya pada Fokus, (19/2/2021). Berada di wisata alam De-Djawatan membuat para pengunjung yang datang bisa merasakan sensasi layaknya sedang berada di negeri dongeng, dalam film Lord of The Ring. Sebagai sarana edukasi tentang kelestarian lingkungan, pengelola wisata di kawasan Perhutani ini, juga menyediakan ratusan burung predator yang dibeli dari pasar burung untuk dilepas liarkan kembali ke alam bebas. Ada dua jenis burung yang bisa dilihat dan juga dilepaskan oleh pengunjung di sini yakni burung prenjak dan burung trucuk. Kedua jenis burung ini, dikenal sebagai burung pemakan ulat yang seringkali menjadi hama-hama bagi pohon-pohon di kawasan ini. Di hutan wisata yang terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi ini terdapat puluhan pohon trembesi berukuran raksasa, yang usianya sudah lebih dari 200 tahun. Selain bisa menikmati ketenangan dan keasrian di bawah rindangnya pohon-pohon hutan, pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan pohon di kawasan ini. Pengelola juga menyediakan tangga raksasa, yang bisa dijadikan wisatawan untuk berswafoto dengan latar belakang pohon trembesi berukuran raksasa. "Sekarang kan burung tambah langka, apalagi kalau di tempat ini sudah rindang nyaman, kalau denger suara burung itu kan enak, sunyi sejuk, jadi tambah betah mungkin di sini," ungkap Nuril Hasanatus, Wisatawan. Burung-burung predator ini kini semakin langka di alam bebas, karena masyarakat banyak yang menangkap, dan memeliharanya di rumah untuk dijadikan burung kicau. Selain untuk kelestarian lingkungan, pelepas liaran hewan predator ini diharapkan mampu menjaga rantai makan alami di kawasan hutan, di tengah maraknya masyarakat hobi memelihara burung. "Diwajibkan untuk melaksanakan pengelolaan hutan secara lestari, harapannya ketika ada hama ulat penyakit, nanti kita atasi secara konservasi, bukan cara kimiawi, jadi harapannya dengan pelepasan burung ini nanti bisa mengendalikan hama-hama ulat yang mungkin, kalau dibiarkan bisa mengganggu wisatawan," terang Panca Sihite, Adm Perhutani Banyuwangi Selatan. Dengan tiket Rp 15.000 per orangnya, pengunjung sudah bisa berkeliling hutan seluas 12 hektar ini. Di masa pandemi, pengunjung yang datang, wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan memakai masker.

  • Banyuwangi
  • Fokus
  • Fokus Indosiar
  • Indosiar
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • benculuk
  • De-Djawatan
  • burung predator
  • prenjak
  • trucuk
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News6 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News6 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News6 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News8 jam yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News8 jam yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News9 jam yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News10 jam yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News10 jam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News10 jam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News12 jam yang lalu