logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Seni Ukir di Atas Limbah Kaca Bisa Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah

News11 Februari 2021
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 08:53 WIB
Diterbitkan 11 Feb 2021, 13:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Memanfaatkan limbah kaca yang sudah tidak terpakai, seorang seniman di Kediri, Jawa Timur, mampu membuat ukiran kaligrafi dan gambar wajah ulama dari bahan kaca. Tak hanya itu, seniman ukir ini juga melayani ukiran wajah untuk berbagai kepentingan, seperti suvenir pernikahan. Seni ukir atau grafir kaca ini, merupakan karya seniman ukir Agung Purwanto, warga Mojoroto, Kota Kediri. Selain ukir kaligrafi, ia juga bisa mengukir wajah seseorang, seperti tokoh ulama, atau artis. Biasanya ukiran kaca itu dipesan untuk hadiah suvenir atau hiasan rumah. Berikut kita simak informasinya pada Liputan6, (9/2/2021). Di dalam ruangan gelap, kaligrafi Al Qur'an ini nampak indah bercahaya, biasa dijadikan hiasan di dalam rumah. Sementara, foto sepasang suami istri ini merupakan cindera mata atau suvenir hadiah ulang tahun pernikahan. Seni ukir atau grafir kaca ini merupakan karya seniman ukir Agung Purwanto, warga Mojoroto, Kota Kediri. Selain ukir kaligrafi, ia juga bisa mengukir wajah seseorang, seperti tokoh ulama atau artis. Biasanya ukiran kaca ini dipesan untuk hadiah, suvenir, atau hiasan rumah. Agung menghasilkan karya seni ini hanya dengan bahan limbah kaca yang sudah tak terpakai. Dengan rancangan dan foto atau gambar yang dilukisnya di kertas, ia mulai mengukir dengan mengguratkan bor di atas permukaan kaca. Setelah jadi, grafir kaca ini dipadukan dengan bingkai kayu yang dipasang di lampu. Usaha kerajinan seni ukir kaca yang dirintis sejak tahun 2018 ini, berawal dari pesanan seseorang yang mau memesan karyanya, dengan harga hingga jutaan rupiah. Karena merasa tertantang, Agus Purwanto menjadikan keahliannya sebagai usaha untuk mencari nafkah. Satu karya ukir kaca, harganya berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung ukuran serta tingkat kesulitan gambar, dengan proses pembuatan hingga mencapai 16 jam. Kini Agung banyak menerima pesanan melalui media sosial.

  • liputan6
  • Kediri
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Kaligrafi
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • SCTV Biro Surabaya
  • mojoroto
  • seni ukir kaca
  • grafir
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News6 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News6 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News6 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News8 jam yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News8 jam yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News9 jam yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News10 jam yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News10 jam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News10 jam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News12 jam yang lalu