logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Anak-Anak di Gununganyar Surabaya Isi Liburan Bermain Wayang Suket

News31 Desember 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 21 Sep 2025, 09:43 WIB
Diterbitkan 31 Des 2020, 01:52 WIB
Copy Link
Batalkan

Kegiatan anak-anak zaman sekarang mulai bermain dan belajar, tidak lepas dari gawai atau telepon pintar. Namun berbeda dengan anak-anak di Gununganyar, Surabaya, Jawa Timur, untuk mengisi libur panjang mereka lebih menyukai belajar tradisional, melalui wayang suket atau rumput, saat pandemi Covid-19. Seperti apa keseruannya? Mengisi libur panjang tak harus menggunakan gawai atau mendatangi pusat perbelanjaan, maupun tempat wisata yang mahal, apalagi saat pandemi COVID-19. Seperti dilakukan anak-anak di daerah Gununganyar, Surabaya ini. Mereka memiliki cara tersendiri, mengisi liburan yang sehat dan gratis, dengan bermain wayang suket atau rumput. Anak-anak yang menonton wayang suket mengaku, tak ingin isi liburan dengan berwisata, lantaran masih merebaknya COVID-19, dan takut tertular. Bermain wayang suket, bukan hanya seru dan menyenangkan. Di sini, anak-anak bisa sekaligus mempelajari sejarah, serta kekayaan budaya Indonesia dengan wayang itu. Meimura, pengajar wayang suket mengatakan, belajar wayang suket di tengah pandemi memiliki filosofi tersendiri. Selama ini diketahui, suket atau rumput bisa hidup dimana-mana, meski diinjak banyak orang. Belajar dari rumput, masyarakat harus tetap semangat menjalani kehidupan melawan pandemi COVID-19. "Jadi kita mengenalkan wayang, ludruk, ketoprak, sampai wayang titi, transformasi dari cina, karena sudah menjadi bagian dari peradaban kita, kenapa suket saya pilih ? suket ini hidup di mana-mana, walaupun terlindas, terinjak, terbakar saja masih tetap hidup, saya kira kita bisa melihat itu, menjadi bagian dari spirit kita untuk menghadapi corona ini," tutur Meimura, Pengajar Wayang Suket, seperti dilansir dari Fokus, 28 Desember 2020. Selain bermain wayang suket, Meimura juga mengajarkan budaya Jawa lain, seperti ludruk, atau sejarah lain, agar budaya Jawa tidak punah, di tengah gempuran teknologi modern aneka permainan anak. ** #IngatPesanIbu Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan. Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

  • Surabaya
  • Fokus
  • Fokus Indosiar
  • Indosiar
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Wayang Suket
  • Pandemi COVID-19
  • gununganyar
  • news04:24
    Curi Perhatian Sosok Retno Marsudi Tamu Spesial Laporan Tahunan Menlu Sugiono
    News12 jam yang lalu
  • news02:43
    Keputusan Gubernur Pramono Bongkar Tiang Monorel Mangkrak 20 Tahun, Disaksikan Bang Yos
    News13 jam yang lalu
  • news08:19
    Keras Titiek Soeharto Ngegas Desak Menhut Raja Juli Tuntut ke Perusahaan Penyebab Banjir
    News13 jam yang lalu
  • news28:38
    Program MBG Jadi Momentum Bangkitkan UMKM dan Petani Lokal
    News14 jam yang lalu
  • news05:22
    Panik di Tengah Banjir, Ular Besar Nyaris Masuk Kafe di Jakarta
    News16 jam yang lalu
  • news05:01
    Mengejutkan! Eks Wakapolri Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi di Sidang: Fotonya Beda Jauh
    News17 jam yang lalu
  • news05:33
    Eks Wakapolri Oegroseno Jadi Saksi Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Soroti Tanda Tangan & Materai
    News17 jam yang lalu
  • news04:52
    Prabowo Keras Marak Korupsi Pertamina: Berapa yang Dipenjara | Sultan Diminta RI 1 Duduk Depan
    News18 jam yang lalu
  • news03:45
    Luhut Emosi, Klarifikasi Tudingan Miliki Saham TPL Penyebab Hutan di Tapanuli Rusak
    News18 jam yang lalu
  • news05:36
    SBY Tegas: Matahari Partai Demokrat Hanya Mas AHY, Saya Mentor Senior!
    News18 jam yang lalu