logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Kaktus Siklam, Si Cantik Berduri Tajam yang Memikat Pecinta Tanaman

News16 November 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 19:43 WIB
Diterbitkan 16 Nov 2020, 18:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Banyak ditemukan di daerah kering seperti gurun, kaktus ternyata bisa tumbuh subur di Indonesia yang beriklim tropis. Salah satu buktinya, ada di kebun tanaman sukulen, di pusat Kota Jember, Jawa Timur. Berbagai jenis kaktus, salah satunya jenis siklam yang kini tengah tren, tumbuh cantik dengan aneka warna yang indah. Berduri tetapi cantik. Inilah kaktus, tanaman yang identik dengan lahan kering atau gurun. Namun siapa sangka, tanaman berduri ini ternyata bisa tumbuh subur di iklim tropis seperti Indonesia. Seperti yang terlihat di salah satu kebun tanaman sukulen di Jalan Bungur, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember. Berikut seperti dilansir pada Fokus, 22 Oktober 2020. Dari sekian banyak macamnya, kaktus siklam adalah jenis yang kini paling banyak diburu oleh pecinta tanaman hias. Meski sama-sama berduri, kaktus siklam terlihat lebih mencolok, karena warnanya yang beragam, sehingga cocok digunakan penghias rumah, hingga jadi primadona. "Pertama kali masuk ke tempat ini, sejuk, karena di sini banyak sekali tanaman hias dan pandangan pertama tertuju sama deretan kaktus yang ada di sini, kalau di tempat lain banyak kaktus yang ada di rumah-rumah atau tanaman hias, kalau di sini banyak sekali varian, yang menjadi keunikan di sini, selain dari warna kemudian dari bentuknya juga," ungkap Prima Erfantari, Penggemar Tanaman Kaktus. Harga kaktus ini pun terbilang mahal, antara Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah per batang. Jauh dari harga kaktus biasa yang dibanderol dari Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu. Kualitas kaktus dinilai dari warna, bentuk duri, hingga jumlah tulang rusuk atau biasa disebut ribs. Ririn Setyorini, pemilik kebun kaktus ini mengatakan, kunci utama keberhasilannya membudidayakan kaktus ini adalah, menjaga kaktus dari paparan langsung air hujan, sebab kaktus merupakan jenis tanaman sukulen yang tidak suka air. "Kalau kaktus itu intinya tempat, kaktus itu kan suka panas, tapi dia tidak mau hujan langsung, jelas tempat itu wajib, kayak ultraviolet itu wajib, kalau untuk sekedar koleksi, ditaruh di teras rumah ndak masalah," ujar Ririn Setyorini, Pembudidaya Kaktus. Metode tanam yang lazim digunakan bertanam kaktus yaitu grafting atau teknik sambungan, dan metode tanam langsung. Dengan media tanam campuran pasir dan pupuk, kaktus bisa mulai tumbuh dan berakar setelah berumur 1 bulan. Sedangkan untuk perawatan, tanaman ini cukup disiram 3 hari sekali.

  • Fokus
  • Fokus Indosiar
  • Jember
  • kaktus
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • kecamatan patrang
  • kaktus siklam
  • tanaman sukulen
  • grafting dan sambung
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News34 menit yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    Newssejam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    Newssejam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News2 jam yang lalu
  • news12:45
    Suap Loloskan Barang Palsu, 5 Tersangka Bea Cukai Masuk Rutan KPK
    News4 jam yang lalu
  • news07:46
    Getaran Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, Masjid Rusak!
    News4 jam yang lalu
  • news06:16
    Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro, Ada Apa?
    News5 jam yang lalu
  • news08:49
    Temuan Fantastis KPK Saat Tangkap Pejabat Bea Cukai
    News5 jam yang lalu
  • news01:12
    Eks Menlu Alwi Shihab: Board of Peace Komitmen Prabowo Dukung Kemerdekaan Palestina
    News20 jam yang lalu
  • news03:13
    Purbaya Sidak 3 Pabrik Baja di Tangerang, Diduga Tak Bayar Pajak
    News21 jam yang lalu