logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Kena PHK Akibat Pandemi COVID-19, Wanita Ini Bikin Usaha Tali Pengait Masker

News13 November 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 12:57 WIB
Diterbitkan 13 Nov 2020, 02:19 WIB
Copy Link
Batalkan

Tak menyerah setelah di-PHK akibat pandemi COVID-19, seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo, bangkit menjadi perajin tali pengait masker khusus hijab. Usaha rumahan tersebut, kini mampu memproduksi pengait masker hingga ratusan buah per minggu, dan dipasarkan online maupun tetangga sekitar. Berikut dikutip dari tayangan video pada Liputan6, 10 November 2020. Di rumahnya, Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tiga bulan terakhir, Irma Wahyu Suryaningsih menekuni usaha rumahan, membuat pengait masker khusus hijab. Bermodal semangat dan modal terbatas, mantan karyawan ekspedisi yang di-PHK akibat pandemi COVID-19 pada Juli lalu, berusaha bangkit menopang ekonomi keluarga. Usaha yang awalnya hanya mampu memproduksi pengait masker 35 buah per minggu, kini meningkat hingga ratusan buah. Peningkatan produksi salah satunya karena adanya modal dari uang bantuan pemerintah, awal Oktober 2020. Kendati dibuat manual, pengait masker karya ibu tiga anak ini banyak diminati. Pelanggannya mengaku, menggunakan masker jadi lebih nyaman dengan pengait, meski mengenakan hijab. Sebelumnya, jika menggunakan masker saat berhijab, harus dilepas dulu hijabnya. Apalagi harganya cukup ekonomis, antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per buah. "Kalau untuk buatnya ini sudah hampir 2 bulan, cuma pertama hanya sedikit terus karena kemarin saya dapat bantuan dari Banpres BPUM, akhirnya saya nambah beli kain lebih banyak, kalau pemasaran antar teman," ujar Irma. Kini, penjualan kerajinan kreatif ini dijual melalui online, antar teman, dan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Dirinya berharap, usaha rumahan yang baru dirintisnya dapat berkembang, dan bisa membantu ekonomi keluarga, di tengah pandemi COVID-19. ** #IngatPesanIbu Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan. Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

  • liputan6
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Sidoarjo
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Pandemi COVID-19
  • SCTV Biro Surabaya
  • desa ngampelsari
  • tali pengait masker
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News2 hari yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News2 hari yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News2 hari yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News2 hari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News2 hari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News2 hari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News2 hari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News2 hari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News2 hari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News2 hari yang lalu