logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Curah Hujan Tinggi, Lahan Pertanian Terendam Air di Lamongan

News5 November 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 12:24 WIB
Diterbitkan 05 Nov 2020, 19:09 WIB
Copy Link
Batalkan

Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir di Jawa Timur, membuat lahan pertanian terendam banjir. Di Lamongan, Jawa Timur, petani yang sedianya menikmati panen raya, terpaksa membiarkan buah semangka, dan melon membusuk terendam air. Sementara di Pacitan, petani terpaksa memanen lebih awal tanaman palawija mereka, daripada membusuk terendam banjir. Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, menggenangi ratusan hektar tanaman melon dan semangka, di Desa Banteng Putih, Kecamatan Karang Geneng, Kabupaten Lamongan. Para petani yang seharusnya menikmati panen raya, harus gigit jari. Sebab semangka dan melon mereka, membusuk terendam air. Kondisi itu diperburuk serangan hama tikus. Petani Yanto, mengatakan dalam kondisi normal, 1 hektar lahan bisa menghasilkan 2 ton semangka dan melon, senilai Rp 35 juta. Namun, akibat terendam air dan serangan hama tikus, mereka hanya memperoleh Rp 1 juta per hektarnya. "Hujan turun lebat, pertama 2 jam sampai 3 kali, kemarin malem mulai jam 1, sampai jam 5 pagi, jadi ndak bisa dipanen," ungkap Yanto, Petani Semangka di Lamongan. Kondisi yang sama juga terjadi di Pacitan. Akibat lahan pertanian terendam banjir, petani harus memanen lebih awal tanaman palawija mereka. Sebab jika dibiarkan terendam air, buah palawija akan membusuk dan tambah rugi. Seperti tanaman palawija di Desa Sirnoboyo, Pacitan, yang terendam banjir beberapa hari. Petani terpaksa memanen buah tanaman meski belum waktunya dipetik. "Terpaksa dipanen, kalau ndak dipanen itu rusak, akhirnya busuk, daripada ndak ada hasilnya diambil setengah tua," kata Giyanto, Petani. Wilayah ini diterjang banjir pada Minggu malam, setelah diguyur hujan lebat, dan meluapnya sungai yang berada di sekitar desa, hingga menggenangi area persawahan petani. Demikian diberitakan pada Liputan6, 4 November 2020.

  • liputan6
  • Lamongan
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Pacitan
  • Gagal panen
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • curah hujan tinggi
  • Sawah Terendam Banjir
  • SCTV Biro Surabaya
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News20 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News20 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News20 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    Newssehari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    Newssehari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    Newssehari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    Newssehari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    Newssehari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    Newssehari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    Newssehari yang lalu