logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO : Banjir Terjang Sejumlah Wilayah di Pasuruan dan Ponorogo

News5 November 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 21:53 WIB
Diterbitkan 05 Nov 2020, 16:59 WIB
Copy Link
Batalkan

Hujan deras di sejumlah wilayah di Jawa Timur, menyebabkan sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga. Di Pasuruan, hingga Senin siang, banjir masih menggenangi tiga kecamatan, dan memaksa sebagian warga beraktivitas menggunakan perahu karet. Sementara di Ponorogo, banjir akibat luapan sungai, merusak jembatan dan plengsengan jalan. Banjir setinggi 50 centimeter hingga 1 meter lebih, masih menggenangi tiga wilayah kecamatan di Pasuruan, pada Senin siang. Ketiga wilayah itu adalah, Kecamatan Beji, Kraton, dan Gempol. Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, merupakan wilayah terparah. Jalan desa tak dapat dilalui, karena air genangan terlalu tinggi. Untuk beraktivitas keluar desa, warga menyiapkan perahu sebagai alat transportasi sementara, dari rumah warga terdampak, menuju titik ketinggian yang aman. Banjir ini adalah banjir susulan sehari sebelumnya, yang menurut warga merupakan banjir terbesar selama 12 tahun terakhir ini. Meski demikian, warga memilih tidak mengungsi ke tempat aman, tetapi bertahan di rumah masing-masing. "Air mulai masuk jam 7 malam minggu, sampai saat ini masih belum ada tindakan dari pemerintah, hanya masyarakat sendiri yang ngungsi ke sanak familinya di luar daerah sini," ujar Abdullah, Warga Desa Kedung Ringin. Sementara itu, di Ponorogo, banjir akibat luapan sungai di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, merusak jembatan penghubung antar dusun, dan plengsengan jalan, setelah diterjang derasnya arus sungai yang meluap. Hingga Senin pagi, warga berusaha membersihkan tumpukan sampah di tiang jembatan, yang menjadi sebab tersumbatnya aliran sungai saat hujan deras. "Banyak pohon bambu, terus itu dirobohkan ke sungai, terus akhirnya menutup jembatan, jembatannya tertutup dengan air akhirnya meluap," kata Sukarni, Ketua RT Desa Sukorejo. Sambil menunggu alat berat, warga bergotong-royong mengangkat rumpun bambu, yang menyangkut di tiang jembatan. Demikian diberitakan pada Fokus, 3 November 2020.

  • Banjir
  • Fokus Indosiar
  • Indosiar
  • Pasuruan
  • Ponorogo
  • Hujan Deras
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    Newssehari yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    Newssehari yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    Newssehari yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    Newssehari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    Newssehari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    Newssehari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    Newssehari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    Newssehari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    Newssehari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    Newssehari yang lalu