logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Mebel di Simorejo Sari Surabaya

News30 Oktober 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 08:37 WIB
Diterbitkan 30 Okt 2020, 02:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Sebuah gudang mebel di kawasan padat penduduk di Jalan Simorejosari Surabaya, Jawa Timur ludes terbakar. Kebakaran gudang diduga disebabkan korsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah. Api dengan cepat membakar sebuah gudang berisi perabot rumah tangga, yang berada di kawasan padat penduduk, Jalan Simorejo Sari-B Surabaya, Selasa pagi, 27 Oktober 2020 ludes terbakar. Menurut Agus, salah satu saksi mata, saat kebakaran terjadi, para pekerja belum ada yang masuk. Dirinya kaget, karena tiba-tiba ada api membesar dari gudang, hingga membakar ludes barang perabot rumah tangga dalam gudang. Bukan hanya pekerja gudang, warga yang rumahnya tak jauh dari kejadian panik, dan mengevakusai barang-barangnya. Berikut pemberitaannya pada Liputan6, 28 Oktober 2020. "Ndak ada aktivitas pemiliknya, jadi api itu dari depan kayaknya kecil, dan tiba-tiba dengan cepat langsung membesar," kata Agus, Saksi Mata. Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya menerjunkan 22 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk bronto skylift, sebab lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk. Selama 2 jam lebih, api pokok dapat dipadamkan. Dedi Irianto, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya mengatakan, api diduga berasal dari korsleting listrik dalam gudang. "Hasil penyisiran korban tidak ada, sehingga teman-teman melakukan yang diutamakan pemblokiran, karena belakang ini adalah perkampungan, tadi dilakukan pemblokiran untuk antisipasi, informasinya gudang mebel, bahannya A1, bahan yang mudah terbakar," ungkap Dedi Irianto, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya. Polisi memeriksa sejumlah orang di lokasi kejadian, untuk mengetahui kronologi peristiwa tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, akibat kebakaran ini, kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.

  • Surabaya
  • Kebakaran
  • liputan6
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Gudang Mebel Terbakar
  • SCTV Biro Surabaya
  • simorejo sari
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    News2 hari yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    News2 hari yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    News2 hari yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    News2 hari yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    News2 hari yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    News2 hari yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    News2 hari yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News2 hari yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News2 hari yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News2 hari yang lalu