logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Rumah Makan Ini Tawarkan Sajian Masakan Sambil Terapi Ribuan Ikan

News22 Oktober 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 10:14 WIB
Diterbitkan 22 Okt 2020, 22:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Bosan dengan tempat kuliner yang umum? Di Sidoarjo, Jawa Timur, ada tempat kuliner unik, yang mungkin bisa dicoba untuk dinikmati. Menariknya, di lokasi tersebut pengunjung bisa menikmati suasana yang asri, dan terapi gigit ikan, sambil menunggu menu yang dipesan. Anda penasaran ? Berikut liputannya, pada program Liputan6, 20 Oktober 2020. Kedai makan ini, berada di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Di sini pengunjung bisa makan dan minum, sembari bermain dengan kerumunan ikan terapi. Ya, terapi ikan dengan menggigit permukaan kulit kaki, diyakini akan mengganti sel-sel kulit mati, di bagian kaki sehingga kulit terasa lebih halus. Untuk makan di sini, pengunjung harus melepas alas kaki terlebih dahulu. Tak hanya itu, di tengah pandemi COVID-19 ini, pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Menu yang ditawarkan di kedai makan ini, tak jauh beda dari kebanyakan kuliner. Seperti bakso spesial, rawon, nasi ayam geprek, hingga nasi pecel. Namun, sensasi merendam kaki di kolam terapi ikan, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pengelola kedai sengaja membuat kolam ikan yang dangkal berisi ikan terapi ini, karena terinspirasi dengan tempat makan di Taiwan, sekaligus untuk menarik pengunjung. "Saya berinisiatif untuk membuat kolam terapi ikan, sambil makan, sambil nyantai, tapi kita dapat hikmahnya sambil terapi ikan, jadi untuk terapi, kita bisa untuk menetralisirkan kulit," tutur Catur Sampirwati, Pengelola Kedai. Bagaimana Anda tertarik untuk berkunjung ke tempat ini ? Di sini pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Hanya dengan Rp 10.000 hingga Rp 15.000, pengunjung bisa menikmati kuliner, sembari merasakan sensasi merendam kaki di tengah kerumunan ikan terapi. ** #IngatPesanIbu Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan. Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

  • liputan6
  • SCTV
  • rumah makan
  • Liputan6 SCTV
  • Sidoarjo
  • biro surabaya
  • SCTV Biro Surabaya
  • desa kebaron
  • Terapi Ikan
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News8 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News8 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News8 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News10 jam yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News10 jam yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News11 jam yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News12 jam yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News12 jam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News12 jam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News13 jam yang lalu