Sebuah video aksi jemput paksa jenazah COVID-19 di Banyuwangi, Jawa Timur viral di media sosial. Dalam video yang tersebar, oknum LSM yang mengatasnamakan dirinya aktivis anti masker tersebut, menolak warganya dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun, hasil swab test atau tes usap dari pasien yang memiliki riwayat penyakit komplikasi ginjal tersebut, ternyata positif COVID-19 setelah proses pemakaman dilakukan. Berikut diberitakan pada Liputan6, 6 Oktober 2020. Dalam unggahan video berdurasi 4 menit lebih ini, terjadi perdebatan antara anggota LSM, dengan salah satu petugas medis rumah sakit. Seorang aktivis LSM anti masker, Yunus Wahyudi bersama rekan-rekannya mendatangi RSUD Genteng, Banyuwangi, tanggal 28 September lalu, tanpa mengenakan masker. Mereka menolak jika seorang pasien meninggal dunia, yang diduga memiliki gejala COVID-19, dimakamkan dengan protokol COVID-19. Mereka meminta proses pemulasaran, hingga pemakaman pasien berinisial SDR (55), warga Kecamatan Purwoharjo, tidak dilakukan dengan protokol kesehatan, lantaran hasil swab yang menyebutkan pasien terkonfirmasi Covid-19 belum keluar. "Ini Dr Ramelan, Rumah Sakit Angkatan Laut yang ada di Surabaya, ini juga ada dari Al Huda ya, pernah masuk rumah sakit Al Huda, karens sudah berkali-kali, dia masuk rumah sakit, karena memang sakitnya komplikasi, ini merupakan bukti-bukti bahwa memang Bu SDR sakitnya sudah berkepanjangan, sakit komplikasi," kata M. Yunus Wahyudi, Anggota LSM. Tim medis menjelaskan kepada anggota LSM tersebut, yang dilakukan pihak rumah sakit merupakan upaya untuk mencegah penularan COVID-19. Setelah hasil swab test keluar, Tim Satgas penanganan Covid-19 Banyuwangi menyatakan, jenazah pasien yang sempat diambil paksa dinyatakan positif COVID-19. Satgas Penanganan COVID-19 akan melakukan traking kepada seluruh kontak erat, termasuk anggota LSM yang mengambil paksa jenazah tersebut. "Ya tahu sendiri konsekuensinya bagaimana, kalau ternyata positif ya, tracing tentu akan dilakukan, jika memenuhi syarat kontak erat, tentu ia akan di-tracing, tentu itu tidak sejalan dengan kampanye kita ya, kita memang mengkhawatirkan itu menjadi kontra produktif," tegas dr. Widji Lestariono, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi. Hingga kini, hasil penelusuran dari kontak erat belum diumumkan pihak Satgas Penanganan COVID-19. Polisi juga belum turun tangan terhadap pelanggaran protokol COVID-19, yang dilakukan oleh anggota oknum LSM anti masker, yang menjemput paksa jenazah pasien COVID-19 tanpa protokol kesehatan tersebut.
05:00
03:21
06:41
04:05
03:08
06:26
05:00
02:31
01:28
07:13