logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Dampak Corona COVID-19, Harga Ikan Laut di Lamongan Turun hingga 50 Persen

News27 Maret 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 17:43 WIB
Diterbitkan 27 Mar 2020, 17:56 WIB
Copy Link
Batalkan

Dampak dari penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) membuat nelayan Lamongan, Jawa Timur, mengeluh dengan turunnya harga ikan. Bahkan tak hanya itu juga, sejumlah perusahaan yang menerima ikan milik nelayan juga tutup, karena tak bisa kirim ikan ke luar negeri. Para nelayan di kawasan Pantura, tepatnya di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Mulai mengeluhkan turunnya harga ikan akibat dampak dari penyebaran Corona Covid-19. Sejak ada imbauan mengantisipasi penyebaran Covid-19, para nelayan mengaku banyak warga yang mengurangi aktivitasnya keluar rumah. Sehingga para pelanggan dan pembeli enggan untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan yang dijual di pasar ikan. Sejak kabar mewabahnya Corona Covid-19, harga sejumlah hasil laut di pasaran mulai turun. Di antaranya rajungan, yang sebelumya Rp 65 ribu per kilogram, menjadi Rp 45 ribu. Lobster yang awalnya Rp 300 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Sedangkan cumi-cumi harganya menjadi Rp 15 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 35 ribu. Harga hasil laut itu diikuti harga jenis ikan lain, yang turun hingga 50 persen. Sedangkan menurut Zamhari, Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI), dampak dari Corona Covid-19 ini sangat besar bagi nelayan di Pantura, terutama di wilayah Lamongan. Semua akses untuk pengiriman ikan ke luar negeri ditutup. Sejumlah perusahaan yang biasanya menerima ikan hasil tangkapan nelayan, juga sementara tutup, padahal hasil tangkapan ikan sangat melimpah. Para nelayan berharap kondisi bisa segera normal kembali, sehingga harga ikan laut bisa kembali stabil. Demikian diberitakan pada Fokus, 24 Maret 2020.

  • Lamongan
  • Pantura
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • virus corona
  • Corona
  • kecamatan brondong
  • COVID-19
  • hnti
  • harga ikan anjlok
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News2 hari yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News2 hari yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News2 hari yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News2 hari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News2 hari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News2 hari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News2 hari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News2 hari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News2 hari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News2 hari yang lalu