logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Ulat Graya Serang Lahan Jagung di Brondong Lamongan

News30 Januari 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 17:25 WIB
Diterbitkan 30 Jan 2020, 07:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Akibat serangan hama ulat graya, ratusan hektar tanaman jagung yang masih berusia satu bulan di Lamongan, Jawa Timur, terancam gagal panen. Meski petani sudah tiga kali melakukan semprotan massal, hingga menghabiskan dana Rp 1 miliar, tapi upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi makin parah dengan serangan hama tikus yang jika dibiarkan petani terancam gagal panen, dan merugi miliaran rupiah. Ulat graya ini, ternyata menyerang sejak tanaman jagung masih berumur 12 hari.Salah satu lahan tanaman jagung yang mendapatkan serangan terparah terjadi di Desa Sendang Rejo, Kecamatan Brondong, Lamongan. Saat ini tanaman jagung masih berusia satu bulan. Lantaran, ulat graya tidak hanya menghabiskan daun, namun juga merusak batang tanaman jagung. Pembasmian hama ulat graya sudah yang ketiga kalinya dilakukan oleh petani Lamongan, namun belum membuahkan hasil. Akibat serangan ulat graya, petani di 10 desa, Kecamatan Brondong, terancam gagal panen. Bahkan jika dibiarkan bisa merugi mencapai puluhan miliar rupiah. "Upaya-upaya pengendalian sudah dilakukan oleh petani sudah sejak awal, karena memang sejak usia 12 hari jagung, itu sudah ada penetasan ulat baru," kata Khamim, Kepala UPT Dinas Pertanian Brondong. Agar tidak semakin merugi, petugas dinas terkait menyarankan, selain rutin menyemprot, petani juga dianjurkan menanam pohon penangkal yang bisa membunuh maupun membasmi penyebaran telur ulat graya yang sangat cepat. Petani dibantu petugas Dinas Pertanian kabupaten, dan provinsi, serta petugas kepolisian Polsek Brondong Lamongan melakukan pembasmian dengan menyemprotkan obat pestisida. Meski sudah tiga kali dilakukan penyemprotan, tapi belum membuahkan hasil. Para petani mengaku rugi, apalagi biaya penyemprotan menghabiskan dana Rp. 1 miliar lebih. Kondisi serangan hama ulat graya juga diperparah oleh serangan hama tikus, membuat petani semakin resah. Agar tidak semakin merugi, petugas dinas terkait menyarankan selain rutin menyemprot obat pestisida, petani juga dianjurkan menanam tanaman penangkal yang bisa membunuh maupun membasmi penyebaran telur ulat graya yang sangat cepat. Demikian diberitakan pada Liputan6, 27 Januari 2020. Balai Besar Peramalam Organisme Penganggu Tumbuhan (BBPOT) Jatisari memverifikasi luas serangan ulat grayak di Jawa Timur. Tim BBPOT melakukan bimbingan teknis dan gerakan pengendalian ke lokasi serangan ulat grayak Spodoptera frugiperda (fall army worm) di Kabupaten Tuban dan Lamongan. Tim mendapatkan kalau lokasi serangan ulat grayak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencapai 683 hektar. Sementara itu, di Kabupaten Lamongan dari luas tanam 3.700 hektar, sedangkan luas serangam hama ulat grayak di Desa Brondong seluas 156 hektar (ha). "Keadaan serangan periode 1-15 Januari 2020," ujar Kepala BBPOPT Jatisar, Enie Tauruslina, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

  • Lamongan
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • kecamatan brondong
  • serangan ulat graya
  • lahan jagung
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    Newssehari yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    Newssehari yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    Newssehari yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    Newssehari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    Newssehari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    Newssehari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    Newssehari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    Newssehari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    Newssehari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    Newssehari yang lalu