logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Komunitas Reptil Beri Edukasi Mengenai Ular Kepada Warga Perumahan di Jember

News6 Desember 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 14:40 WIB
Diterbitkan 06 Des 2019, 12:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Menyusul merebaknya teror ular kobra, permukiman warga di Jember, Jawa Timur, sengaja mendatangkan komunitas reptil. Langkah ini sebagai upaya preventif, mengantisipasi hal terburuk yang bisa saja terjadi, salah satunya penanganan pertama jika sampai tergigit ular berbisa. Dua ekor ular sanca jenis batik dan kembang, terlihat merayap di areal tanah lapang di Kompleks Perumahan Tegal Besar Permai 1, Kecamatan Kaliwates, Jember. Kendati bukan tergolong berbisa, kemunculan ular berukuran cukup besar itu langsung mengundang perhatian warga. Namun ular yang dilihat warga kali ini bukanlah ular liar, seperti puluhan kobra yang akhir-akhir ini kerap hadir di tempat tinggal mereka. Berikut seperti ditayangkan Liputan6, 4 Desember 2019. Dua hewan melata ini merupakan media edukasi dari komunitas pecinta reptil yang sengaja didatangkan untuk memberikan berbagai pengetahuan kepada warga, mulai dari langkah antisipasi agar ular tak sampai masuk ke rumah, hingga pertolongan pertama jika tergigit ular berbisa. Edukasi ini disambut antusias warga terlebih saat terjadi kontak langsung dengan reptil tersebut. "Sekitar awal Juni hingga nanti pertengahan Maret, itu merupakan musim berkembang biaknya, jadi tindakan preventif yang harus dilakukan yaitu membersihkan lingkungan sekitar, saluran air dibersihkan dari tanaman-tanaman, di sekitar rumah, jika ada barang-barang yang numpuk atau tidak terpakai lebih baik disingkirkan," kata Eko Nugroho, Anggota Komunitas Reptil. Hingga kini, masih belum diketahui pasti asal puluhan kobra yang menghantui warga Perumahan Tegal Besar Permai. Namun fenomena itu diduga berkaitan dengan perubahan cuaca dan bertepatan dengan musim kawin. Sehingga membuat hewan melata tersebut merangsek ke permukiman penduduk. Satwa ularmemang selama ini menjadi salah satu reptil yang paling ditakuti sehingga sering kali dibunuh. Padahal keberadaannya cukup penting untuk keberlangsungan rantai makanan.

  • Jember
  • Ular
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • kecamatan kaliwates
  • komunitas reptil
  • mengenalkan ular
  • warga perumahan
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News5 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News5 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News5 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News7 jam yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News7 jam yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News8 jam yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News9 jam yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News9 jam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News9 jam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News11 jam yang lalu