logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Nenek Pensiunan Perawat di Surabaya Aktif Buat Tas Rajut dari Benang

News22 November 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 20:05 WIB
Diterbitkan 22 Nov 2019, 07:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Seorang nenek pensiunan perawat Rumah Sakit Mata di Surabaya menghabiskan waktunya dengan membuat kerajinan tas rajut secara manual alias mengandalkan ketrampilan tangan. Selain bisa mengekspresikan ide dan kegemaran merajut, kesibukannya ini mampu menambah pundi-pundi ekonomi keluarga. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 20 November 2019. Di rumahnya di kampung Manukan Lor Surabaya inilah, Supriyati (57) merajut tas benang secara manual alias mengandalkan ketrampilan tangan. Perempuan pensiunan perawat rumah sakit mata ini memang sejak remaja gemar merajut yang diturunkan dari ibunya. Kini nenek dua cucu ini, mengisi kegiatan sehari-hari dengan merajut. Hasilnya, tas-tas cantik dari benang ini juga mampu menambah penghasilan rumah tangga. Karena suaminya juga hanya seorang pensiunan karyawan pabrik. Bahan-bahan untuk membuat tas rajut ini dibeli di Pasar Bong, Pabean Surabaya. Ada benang rajut berbagai warna, pernik asesoris, dan lainnya. Untuk merajut tas ini dibutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan penghitungan yang matang. Karena, jika tidak hasilnya tidak akan maksimal. Untuk itu dibutuhkan waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu karya tas rajutnya. Untuk harga tas rajut paling murah berkisar Rp 50 ribu, dan paling mahal Rp 250 ribu. Tergantung ukuran tas, pernik, asesoris tambahan, dan permintaan konsumen. Saat ini tas karyanya sudah dipesan beberapa rekan yang tersebar dari mulut ke mulut, termasuk ibu-ibu PKK di wilayahnya. Selain itu, pemasarannya juga melalui media sosial. Usaha kreatif Supriyati ini bisa menjadi insipirasi bagi ibu-ibu pensiunan lainnya atau di usia paruh baya, selain terbukti melatih saraf di otak, dengan merajut bisa mengisi waktu luang yang mampu menambah ekonomi keluarga.

  • Surabaya
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • pensiunan perawat
  • kerajinan tas rajut
  • tas rajut benang
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    Newssehari yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    Newssehari yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    Newssehari yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    Newssehari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    Newssehari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    Newssehari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    Newssehari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    Newssehari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    Newssehari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    Newssehari yang lalu