logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Guru SD di Sidoarjo Ciptakan Inovasi Belajar dari Barang Bekas

News7 November 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 16:16 WIB
Diterbitkan 07 Nov 2019, 12:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Sejumlah inovasi pembelajaran ini diciptakan Endang Kusniati, seorang guru SDN Gelam 2, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rahasia alat pembelajaran ini digunakan untuk siswa kelas 1, 2 dan 3. Berikut kita simak videonya pada Fokus, 5 November 2019. Ide awal pembuatan inovasi pembelajaran ini, karena rasa keprihatinannya kepada siswanya yang belum bisa membaca, dan menyusun kalimat dengan baik dan benar, sehingga ia membuat sejumlah inovasi pembelajaran, yakni bernama Bersuka-suka, singkatan dari bermain susun kata, susun kalimat, Meledak: melempar dadu kata dan Arka : arisan kata. Menariknya, karya kreatif ini terbuat dari sejumlah barang bekas, antara lain, anyaman bambu bekas, kardus bekas, hingga kain flanel. Model pembelajaran Bersuka-suka, misalnya; alat ini terbuat dari anyaman bambu bekas yang berfungsi agar, anak-anak lancar membaca. Cara memakainya, siswa menyusun potongan kata, kemudian dibaca bersama, lalu ditulis. Alat kedua Meledak atau melempar dadu kata, yang terbuat dari kardus bekas yang dilapisi dengan kertas manila. Cara menggunakannya yakni, dadu dilempar hingga pancingan kata muncul, yang kemudian para siswa membuat kalimat, sesuai dengan kata pada dadu tersebut. Menurut Endang, dengan ada sejumlah inovasi pembelajaran yang diciptakannya ini, siswa bisa membaca, trampil, menulis hingga mampu menyusun kalimat dengan baik dan benar. "Kalau anak-anak senang, itu kan pembelajaran jadi berkesan dan dalam ingatan mereka jadi lama, jadi karena anak-anak senang, maka anak-anak menjadi lancar membaca, karena ingin melakukan berkali-kali, sehingga bisa membuat kalimat," kata Endang Kusniati, Guru SDN Gelam 2. Diharapkan dengan metode ciptaan Endang ini, bisa ditiru oleh pengajar dan guru lain, sehingga mempermudah proses belajar mengajar siswa didik, terutama bagi siswa di tingkat kelas awal pada sekolah dasar.

  • Sidoarjo
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Meledak
  • sdn gelam 2
  • kecamatan candi
  • inovasi pembelajaran
  • bersuka-suka
  • Arka
  • kreasi barang bekas
  • news06:24
    Ekspresi Prabowo Dengar Pemikiran AHY Soal Pemulihan Pasca Bencana di Aceh
    Newssehari yang lalu
  • news15:18
    Purbaya Jengkel Pengusaha Batu Bara Bikin Tekor Negara: Wajar Gak?
    Newssehari yang lalu
  • news15:18
    Pengakuan Purbaya, Tidak Bisa Tidur Jelang Tahun Baru 2026 Gara-Gara ini: Baru Tahu Saya ...
    Newssehari yang lalu
  • news12:54
    Prabowo Heran Datang ke Lokasi Bencana Sumatera-Aceh Dinyinyiri: Dicari Kesalahannya Juga
    Newssehari yang lalu
  • news07:55
    Prabowo Blak-Blakan Swasta Tertarik Beli Lumpur Bekas Banjir: Monggo, Gubernur Jadi Semangat
    Newssehari yang lalu
  • news07:07
    Momen Tak Terduga, Menko AHY Colek Gubernur Mualem Ajak Salaman
    Newssehari yang lalu
  • news04:46
    Kejutan Super Flu Masuk Indonesia, Kemenkes Blak-blakan Gejala Saat Terkena dan Pencegahannya
    News2 hari yang lalu
  • news14:23
    Curhat Purbaya Kena Protes Gara-Gara Coretax: Lu Bisa Masuk Enggak?
    News2 hari yang lalu
  • news06:21
    Prabowo Cek Langsung Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Ditemani AHY dan Mualem
    News2 hari yang lalu
  • news06:28
    Wanita Nangis Coba Peluk Prabowo di Aceh Tamiang, Paspampres Sigap Mengadang
    News2 hari yang lalu