logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

Polemik Anggaran, Anies Sebut Ada Kesalahan Sistem yang Tidak Bisa Mendeteksi

News31 Oktober 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 05:49 WIB
Diterbitkan 31 Okt 2019, 22:14 WIB
Copy Link
Batalkan

Anggota DPRD Fraksi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI DKI Jakarta, William Aditya Sarana menemukan berbagai kejanggalan dalam rencana kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran 2020 DKI Jakarta. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (31/10/2019), temuan itu sempat ia unggah ke akun media sosialnya. Seperti anggaran Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat sebesar Rp 82 miliar untuk lem aibon dalam penyediaan alat tulis kantor. Selain itu, ditemukan juga anggaran pengadaan ATK yang mencapai Rp 124 miliar untuk Suku Dinas Pendidikan wilayah Jakarta Timur. "Hal-hal sepele ini saja tidak bisa dilakukan. Alasannya ceroboh terus. Bilangnya salah ketiklah. Semakin menunujukkan keamatiran dari pengelolaan administrasi dari Gubernur Anies Baswedan," ungkap William Aditya Sarana Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tidak ada permintaan pengadaan lem. "Komponen aibon yang Rp 82 miliar itu tidak ada, kita akan lakukan penyesuaian. Dan data untuk melakukan penyesuaiannya sudah ada, sesuai dengan input di masing-masing sekolah," kata Plt Syaefullah Hidayat. Menurut Gubernur DKI Anies Baswedan, kesalahan karena sistem yang tidak bisa mendeteksi jika ada pengajuan yang tidak wajar. "Bagi menggunakan sistem yang mengharuskan pengecekan manual. Begitu ada masalah langsung nyala. Begitu ada angka yang tidak masuk akal, muncul warning," jelas Anies. Di tempat terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berencana menanyakan sejumlah permasalahan anggaran yang menjadi sorotan publik kepada Gubernur Anies. Sejumlah anggaran yang menjadi polemik saat ini tengah disusun ulang dan akan segera dibahas bersama DPRD sebelum akhirnya disahkan. * Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

  • Anies Baswedan
  • Liputan6SCTV
  • Liputan6 Siang
  • APBD DKI Jakarta
  • Program TV News
  • Mendagri Tito Karnavian
  • anggaran lem aibon
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    News2 hari yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    News2 hari yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    News2 hari yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    News2 hari yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    News2 hari yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    News2 hari yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    News2 hari yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News2 hari yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News2 hari yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News2 hari yang lalu