logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Perampok Toko Emas Diduga Terkait Jaringan Teroris

News13 September 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 18:17 WIB
Diterbitkan 13 Sep 2019, 01:15 WIB
Copy Link
Batalkan

Peristiwa perampokan toko emas, terjadi di Magetan, Jawa Timur. Pelaku yang sempat berusaha kabur, berhasil diringkus dan menjadi bulan-bulanan warga. Dari pemeriksaan sementara, pelaku yang juga pernah menusuk perut Bupati Madiun pada 2009 silam itu, diduga terkait jaringan teroris. Dalam video amatir ini, YT (41), warga Madiun, sebenarnya sudah berhasil merampok toko emas Dewi Sri, di Kecamatan Barat, Magetan. Saat berusaha kabur menggunakan motor, warga berhasil meringkusnya. Beruntung polisi segera datang, hingga nyawa pelaku terselamatkan. Saat digeledah, YT, berhasil membawa uang tunai Rp 10 juta, 5 cincin, dan 3 gelang emas. Selain itu, polisi menemukan dua kaleng yang diduga bom rakitan, sebuah sangkur, sebuah pistol mainan, dua kotak peluru senapan angin kaliber 4,5 mm, satu lembar kertas cara merakit bom, dan 3 buah handphone. Kuat dugaan pelaku adalah anggota teroris untuk sementara pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Polsek Jiwan, Madiun. Selama pemeriksaan kantor Polsek dijaga ketat personil Brimob. "Sekarang kita tangani, kita kembangkan, masih kita dalami, barang bukti diamankan, ya ada beberapa dokumen-dokumen, senjata mainan," ujar Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai. Sementara Tim Densus 88 langsung bergerak menggeledah rumah dan kios pelaku di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Selain itu rumah mertua, pelaku YT juga tak luput dari penggeledahan aparat, penggeledahan rumah dan kios YT mengundang perhatian banyak warga, mereka tidak mengira, jika YT yang sehari-hari terkenal baik dan berjualan plastik, nekad merampok toko emas. Belum diketahui apa yang didapat Tim Densus 88 dari pemeriksaan di rumah YT dan mertuanya, sementara, dari data yang ada, YT ternyata pernah ditangkap polisi karena menusuk perut Bupati Madiun, Muchtarom, usai melakukan dialog dengan warga, Desember 2009 silam, saat itu YT marah dengan sambutan Bupati Madiun yang dianggap berlebihan, demikian seperti yang dilansir Fokus, 26 Agustus 2019.

  • Perampok
  • Magetan
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Toko Emas
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    News15 jam yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    News15 jam yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    News15 jam yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    News17 jam yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    News17 jam yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    News18 jam yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    News19 jam yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    News19 jam yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    News19 jam yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    News21 jam yang lalu