logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

PDIP Sayangkan Adanya Politisasi Ucapan Budek dan Buta Ma'ruf Amin

News15 November 2018
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 20 Sep 2025, 17:47 WIB
Diterbitkan 15 Nov 2018, 15:11 WIB
Copy Link
Batalkan

Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan tidak akan meminta maaf terkait ucapannya menggunakan istilah budek dan buta. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (15/11/2018), menurut Ma'ruf Amin, pernyataannya tidak bermaksud untuk menyinggung penyandang disabilitas. "Bukan dalam arti fisik, buta itu dia tidak melihat dan budek itu dia tidak mendengar, bukan fisik lah," ujar Calon wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hal tersebut diamini oleh Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Moeldoko. Menurutnya, sebagai ulama besar Ma'ruf Amin tak mungkin mendiskreditkan kaum minoritas. "Itu istilah, enggak ada seorang kiai besar punya niat untuk mencederai kaum difabel," kata Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf Moeldoko. Sementara, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menyayangkan adanya politisasi atas pernyataan Cawapres Ma'ruf Amin. Hasto menegaskan pernyataan buta dan tuli bukan untuk mendeskriditkan kaum difabel. "Yang dimaksud adalah kritik di dalam dinamika politik kita dimana banyak politisi yang tidak menjadikan tuntunan mata hati, tidak mendengarkan aspirasi masyarakat paling bawah," jelas Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto. Ma'ruf Amin menyebut bila ada ada pihak yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Jokowi sebagai buta dan budek. Pernyataan itulah yang menuai protes sejumlah pihak penyandang disabilitas. (Muhammad Gustirha Yunas)

  • video pilpres 2019
  • news05:00
    Menkeu Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Ditjen Pajak, Perintahkan Jangan Takut
    Newssehari yang lalu
  • news03:21
    Emas, Duit hingga Tas Mewah LV, Deretan Barang Pejabat Bea Cukai Tersangka KPK
    Newssehari yang lalu
  • news06:41
    KPK: Pegawai Bea Cukai Tersangka Terima Jatah Rp7 Miliar/Bulan Loloskan Impor Barang KW
    Newssehari yang lalu
  • news04:05
    KPK OTT Hakim PN Depok, Ketua Hingga Juru Sita Diamankan
    Newssehari yang lalu
  • news03:08
    Sangar! Singapura Pamer Wajah Baru Perang Udara
    Newssehari yang lalu
  • news06:26
    KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi di Lingkungan Bea Cukai | Gempa Bumi M 6,4 di Pacitan
    Newssehari yang lalu
  • news05:00
    Gerindra Blak-blakan Banjir Dukungan Parpol, Jokowi Untuk Prabowo 2 Periode: Ini Berawal dari...
    Newssehari yang lalu
  • news02:31
    Menkeu Purbaya Blak-blakan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai: Saya Akan Dampingi!
    Newssehari yang lalu
  • news01:28
    Cara Kerja AI Hasilkan Video Realistis yang Bisa "Mengecoh" Penontonnya
    Newssehari yang lalu
  • news07:13
    Prabowo Blak-blakan Depan PM Australia Anthony, Singgung Musuh: Kita Tidak Ingin Punya!
    Newssehari yang lalu