Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, membantah keras isu yang menyebut kepindahan sejumlah pemain diaspora ke klub Indonesia merupakan skenario federasi agar memudahkan pemanggilan ke Timnas, termasuk untuk ajang AFF. Menurut Arya, anggapan tersebut tidak berdasar dan mengabaikan fakta bahwa transfer pemain sepenuhnya merupakan urusan bisnis antara klub dan pemain, tanpa campur tangan PSSI. "Transfer pemain itu menyangkut uang. Yang membayar pemain adalah klub, bukan PSSI," ujar Arya saat menanggapi isu yang ramai beredar di media sosial. Arya menegaskan, federasi tidak memiliki kewenangan maupun peran dalam proses negosiasi kontrak, nilai gaji, hingga kesepakatan transfer. Semua keputusan berada di tangan klub dan pemain berdasarkan kecocokan nilai ekonomi. "Kalau tidak cocok harga, ya tidak jadi. Kalau cocok, ya jalan. PSSI tidak ikut chip-in, dan memang tidak ada praktik federasi membayar pemain untuk klub di mana pun," jelasnya. Ia juga menilai narasi yang mengaitkan kepindahan pemain diaspora ke Liga Indonesia sebagai skenario menuju ajang AFF terlalu dipaksakan dan tidak menggunakan logika sederhana. Menurut Arya, pemain tentu memiliki pertimbangan profesional, termasuk nilai kontrak dan kondisi klub, sebelum mengambil keputusan. "Lucu kalau dibilang ini skenario PSSI. Emang PSSI bisa nyuruh klub bayar pemain? Klub punya pertimbangan sendiri," katanya. Arya menambahkan, PSSI tidak menggaji pemain dan tidak memiliki kepentingan langsung dalam urusan transfer domestik. Federasi baru berperan ketika pemain tersebut dipanggil membela Timnas Indonesia dalam agenda resmi. Menutup pernyataannya, Arya berharap diskursus publik soal sepak bola nasional dibangun dengan dasar logika dan pemahaman yang tepat agar tidak menyesatkan opini masyarakat. "Silakan berpendapat, tapi yang cerdas. Jangan sampai logikanya justru merugikan diri sendiri," tutup Arya.
05:00
02:06
05:00
05:00
03:26
03:42
05:00
03:42
06:16
03:52