Momen haru terjadi usai laga uji coba internasional Timnas Indonesia U-17 melawan China U-17 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (8/2/2026) malam, ketika pelatih Nova Arianto memimpin para pemain mendatangi tribun untuk meminta maaf kepada suporter yang masih bertahan di stadion. Timnas Indonesia U-17 harus menerima kekalahan telak dari China U-17, sementara hasil tersebut membuat para pemain terlihat tertunduk saat mendekati tribun penonton. Usai peluit panjang dibunyikan, Nova Arianto langsung mengumpulkan para pemain di tengah lapangan, sementara ia kemudian mengarahkan seluruh skuad berjalan bersama menuju tribun suporter. Para pemain berdiri berbaris di depan tribun, sementara mereka memberikan gestur permintaan maaf kepada para penonton yang tetap memberikan dukungan hingga akhir pertandingan. Sepanjang pertandingan, Timnas Indonesia U-17 memang kesulitan mengimbangi permainan cepat dan agresif dari China, sementara perbedaan level dan intensitas terlihat jelas sejak awal laga. Tekanan tinggi dari lawan membuat para pemain Garuda Muda kerap kehilangan bola, sementara lini pertahanan beberapa kali gagal mengantisipasi serangan yang datang bertubi-tubi. Sebelumnya, Nova Arianto juga terlihat tegang di pinggir lapangan, sementara ekspresinya beberapa kali tertangkap kamera saat menggelengkan kepala melihat performa tim. Pelatih berusia 45 tahun itu mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan, sementara adaptasi terhadap intensitas pertandingan internasional menjadi salah satu pekerjaan rumah utama. Nova menilai minimnya uji coba internasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa tim, sementara generasi sebelumnya sempat menjalani belasan laga uji coba sebelum tampil di ajang resmi. Meski harus menelan kekalahan telak, momen permintaan maaf kepada suporter menjadi simbol tanggung jawab tim, sementara evaluasi akan segera dilakukan demi memperbaiki performa Timnas Indonesia U-17 di ajang resmi mendatang.