Pelatih kepala Timnas Senegal, Pape Thiaw, resmi dijatuhi hukuman larangan melatih selama lima pertandingan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF akibat kekacauan yang terjadi pada final Piala Afrika 2025 melawan Maroko. Sanksi tersebut diumumkan CAF setelah menilai adanya pelanggaran disiplin serius yang dilakukan kubu Senegal pada laga puncak yang digelar di Rabat, Maroko, pada 18 Januari lalu. Insiden bermula ketika Maroko mendapatkan hadiah penalti di masa tambahan waktu pertandingan final Piala Afrika 2025. Keputusan wasit tersebut memicu protes keras dari pihak Senegal yang berujung pada perintah Pape Thiaw kepada para pemainnya untuk meninggalkan lapangan. Akibat aksi tersebut, pertandingan final sempat tertunda selama kurang lebih 17 menit sebelum akhirnya Senegal kembali ke lapangan dan laga dilanjutkan. Pada momen krusial tersebut, kiper Senegal Edouard Mendy berhasil menggagalkan eksekusi penalti Panenka yang dilakukan oleh Brahim Diaz. Senegal kemudian memastikan kemenangan melalui gol Pape Gueye di babak perpanjangan waktu dan keluar sebagai juara Piala Afrika 2025. Meski meraih gelar juara, CAF menilai tindakan Pape Thiaw sebagai perilaku tidak sportif yang melanggar prinsip fair play dan integritas sepak bola Afrika. Selain larangan melatih lima pertandingan, Pape Thiaw juga dikenai denda sebesar 100 ribu dolar AS, sementara Federasi Sepak Bola Senegal didenda 600 ribu dolar AS. CAF turut menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain dari kedua tim serta secara resmi menolak protes Maroko terkait dugaan pelanggaran regulasi oleh Senegal di laga final.
02:30
02:19
02:45
05:00
01:18
05:00
05:00
05:00
05:00
05:00