Manchester City menelan kekalahan mengejutkan saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada lanjutan Liga Champions. Bermain di Aspmyra Stadion, Norwegia, Selasa (waktu setempat), tim asuhan Pep Guardiola tumbang dengan skor 1-3. Hasil ini membuat Guardiola tak menampik bahwa Manchester City sedang berada dalam tekanan besar, menyusul rentetan hasil kurang memuaskan yang mereka alami sejak awal tahun. "Kami kalah, dan sejak Tahun Baru banyak hal berjalan melawan kami. Banyak detail kecil yang tidak berpihak, dan itu sangat terasa sekarang," ujar Guardiola dalam konferensi pers usai pertandingan. Bermain di lapangan sintetis di dalam Lingkar Arktik, City tampil pincang akibat absennya sejumlah pemain kunci. Guardiola menilai kondisi tersebut memengaruhi kestabilan permainan timnya, terutama di sektor sayap. "Kami datang tanpa banyak pemain penting. Mereka adalah pemain yang memberi konsistensi. Tanpa winger seperti Savinho atau Doku, kami kesulitan menciptakan situasi satu lawan satu atau berlari di belakang garis pertahanan lawan," jelasnya. Bodo/Glimt sendiri tampil disiplin dengan organisasi permainan 4-4-2 yang solid. Guardiola mengakui kualitas lawannya dan menilai kemenangan tim tuan rumah bukanlah kebetulan. "Mereka sangat terorganisasi, bertahan rapat di tengah dan memaksa kami bermain melebar. Ini tipikal tim-tim Eropa Utara, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Saya ucapkan selamat untuk mereka," ucap pelatih asal Spanyol tersebut. City tertinggal tiga gol lebih dulu lewat dua gol cepat Kasper Hogh di menit ke-22 dan 24, serta sepakan melengkung Jens Petter Hauge pada menit ke-58. Gol balasan City melalui Rayan Cherki dua menit berselang tak cukup untuk mengubah jalannya laga, terlebih setelah Rodri harus menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Guardiola juga menyinggung momen krusial tersebut yang menurutnya semakin memperberat situasi tim. "Dalam situasi sulit, satu momen kecil bisa sangat menentukan. Kami kebobolan lewat transisi cepat mereka, lalu kehilangan pemain. Rasanya hampir semua detail hari ini berjalan melawan kami," katanya. Meski begitu, Guardiola menegaskan bahwa dirinya tidak meragukan komitmen para pemainnya di lapangan. "Saya tidak setuju jika dikatakan tim ini tidak berjuang. Perasaan saya, para pemain tetap ada dan mencoba. Kami menciptakan peluang dari situasi bola mati dan beberapa momen, hanya saja penyelesaiannya tidak maksimal," tutur Guardiola. Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Manchester City, yang sebelumnya juga gagal meraih kemenangan di Premier League. Namun Guardiola menegaskan timnya harus segera bangkit karena jadwal padat sudah menanti. "Hasil kami di 2025 memang tidak bagus, baik di liga maupun di kompetisi ini. Tapi kami harus bergerak maju. Masih ada Wolves dan Galatasaray, dan kami berharap pemain bisa kembali satu per satu," ujarnya. Guardiola menutup dengan menegaskan bahwa perjuangan City di Liga Champions belum berakhir, meski tekanan kian terasa. "Tidak ada yang bisa dianggap pasti, baik di Liga Champions maupun Premier League. Kami harus menerima situasi ini dan mencoba mengubahnya. Para pemain ada, dan kami akan terus berusaha," pungkasnya.
05:00
03:28
05:03
02:05
05:00
27:14
01:54
02:22
02:08
05:22