Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, membagikan pengalamannya bermain di level internasional bersama klub Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Menurutnya, terdapat sejumlah perbedaan mencolok antara kompetisi di Korea dan Proliga Indonesia. Megawati menyebut durasi kompetisi menjadi salah satu perbedaan paling terasa. Liga voli Korea Selatan dikenal memiliki kalender yang panjang, dengan jumlah pertandingan yang mencapai 44 laga hingga fase final. "Kalau di Korea, kompetisinya berjalan sangat panjang. Jumlah pertandingannya bisa sampai 44 laga hingga final. Di Indonesia tentu tidak sebanyak itu," ujar Megawati. Selain durasi kompetisi, status pemain juga menjadi faktor pembeda. Saat bermain di Korea Selatan, Megawati berstatus sebagai pemain asing yang dituntut tampil konsisten di setiap pertandingan. Sementara di Proliga Indonesia, ia berperan sebagai pemain lokal yang memiliki tanggung jawab berbeda di dalam tim. Meski demikian, Megawati menilai atmosfer pertandingan di kedua negara sama-sama luar biasa. Dukungan suporter di Korea Selatan dinilainya tidak kalah antusias dibandingkan di Indonesia. "Supporter di sana juga banyak dan antusias. Setiap pertandingan ramai seperti di Indonesia," kata pemain yang kini memperkuat Jakarta Pertamina Enduro tersebut. Pengalaman internasional ini menjadi bekal berharga bagi Megawati dalam menghadapi Proliga 2026. Jam terbang tinggi di kompetisi asing diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memberikan dampak positif bagi timnya. Sebagai salah satu bintang voli putri Indonesia, Megawati kini membawa pengalaman global ke kompetisi domestik, sekaligus menjadi inspirasi bagi pemain muda yang bercita-cita menembus level internasional.
01:53
02:30
05:00
05:00
05:00
05:00
02:17
02:51
26:05
02:15