Jakarta Pertamina Enduro menatap Proliga 2026 dengan ambisi besar untuk kembali mempertahankan gelar juara. Di tengah target tinggi tersebut, peran kapten tim menjadi sorotan, terutama dalam menjaga kekompakan dan mental para pemain. Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri, mengakui tantangan musim ini cukup berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut, skuad musim ini banyak diisi pemain yang baru naik ke level Proliga, sehingga membutuhkan pendampingan ekstra. Menurut Tisya, sebagai kapten ia tidak hanya membantu tim di dalam lapangan, tetapi juga menjadi penghubung antara pemain dan pelatih kepala, Bulent Karslioglu. Ia berupaya membantu para pemain muda agar tidak merasa takut atau tertekan menghadapi atmosfer kompetisi Proliga. "Wajar kalau pemain yang baru pertama kali main di Proliga merasa deg-degan, takut salah, atau terbebani tekanan," ujar Tisya. Ia menambahkan, gaya kepemimpinan Bulent yang dikenal tegas dan keras terkadang membuat pemain muda canggung. Dalam situasi tersebut, Tisya berperan menjelaskan maksud instruksi pelatih kepada rekan-rekannya. Ia ingin memastikan komunikasi berjalan dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di dalam tim. Selain komunikasi, Tisya menilai kebersamaan menjadi kunci utama. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan yang solid, baik di dalam maupun di luar lapangan, demi mencapai target mempertahankan gelar juara Proliga. Di akhir wawancara, Tisya juga menyampaikan pesan khusus kepada para pendukung Jakarta Pertamina Enduro. Ia berharap tim selalu mendapat doa dan dukungan, apa pun kondisi yang dihadapi sepanjang musim. "Tentu tidak selamanya kami bisa bermain sempurna, tapi kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dan berjuang mencapai tujuan kami," tutup Tisya.
01:53
02:30
05:00
05:00
05:00
05:00
02:17
02:51
26:05
02:15