PSSI resmi memasuki babak baru dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan ini menjadi sinyal kuat ambisi federasi untuk membawa Skuad Garuda naik kelas di level Asia, bahkan menatap target yang lebih tinggi di kancah internasional. Nama John Herdman bukan sosok asing di sepak bola dunia. Pelatih asal Inggris tersebut dikenal luas berkat keberhasilannya membawa Timnas Kanada kembali tampil di Piala Dunia 2022, setelah penantian panjang selama 36 tahun. Rekam jejak itu membuat ekspektasi publik Indonesia langsung meninggi. Penunjukan Herdman juga membangkitkan nostalgia lama. Aroma sepak bola Inggris kembali terasa di tubuh Timnas Indonesia, mengingat publik pernah memiliki ikatan emosional kuat dengan pelatih asal Negeri Raja Charles, Peter Withe. Pada periode 2004--2007, Peter Withe menjadi arsitek yang membawa Timnas Indonesia tampil mengesankan di Piala Tiger 2004, yang kini dikenal sebagai Piala AFF. Kala itu, Skuad Garuda melaju hingga final dan mencatatkan produktivitas gol luar biasa dengan torehan 22 gol sepanjang turnamen. Withe dikenal sebagai pelatih yang menanamkan disiplin ketat serta keberanian menyerang. Filosofinya sederhana namun efektif, memaksimalkan kecepatan dan determinasi pemain Indonesia untuk menekan lawan tanpa rasa takut. Secara statistik, Peter Withe memimpin sekitar 28 laga resmi bersama Timnas Indonesia dengan persentase kemenangan mendekati 43 persen. Angka tersebut dicapai di tengah keterbatasan infrastruktur dan pembinaan sepak bola nasional pada era tersebut. Kini, tantangan serupa berada di pundak John Herdman. Bedanya, ia datang dengan pengalaman level dunia serta menangani generasi pemain yang lebih matang, termasuk kehadiran pemain diaspora yang merumput di Eropa. Herdman dikenal sebagai pelatih fleksibel secara taktik, mengandalkan intensitas tinggi, transisi cepat, serta kekuatan mental pemain. Karakter tersebut dinilai cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia yang sedang berusaha menyatukan potensi pemain lokal dan naturalisasi. Ketua Umum PSSI pun menegaskan keyakinannya terhadap sang pelatih. Penunjukan Herdman disebut sebagai bagian dari era baru sepak bola Indonesia, dengan pendekatan modern dan target yang lebih ambisius. Meski demikian, tugas Herdman tidak akan mudah. Tekanan publik, ekspektasi tinggi suporter, serta padatnya agenda kompetisi Asia menjadi ujian awal yang harus ia lalui. Adaptasi terhadap budaya sepak bola Indonesia juga menjadi faktor krusial. Jika John Herdman mampu memadukan disiplin ala Inggris dengan kreativitas khas pemain Indonesia, peluang menciptakan sejarah baru terbuka lebar. Publik kini menanti, apakah kisah sukses Peter Withe bisa terulang, atau bahkan dilampaui, di tangan John Herdman.
05:00
05:00
05:00
05:00
02:03
01:54
05:00
05:00
02:14
01:51