Alwi Farhan mengungkapkan alasan di balik kemampuan public speaking yang dinilai matang di usia muda. Tunggal putra Indonesia tersebut menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan publik tidak ia latih secara khusus, melainkan terbentuk melalui proses yang ia jalani setiap hari. Pernyataan tersebut disampaikan Alwi seusai tampil pada Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Ia menilai pengalaman menghadapi berbagai situasi menjadi faktor utama yang membentuk cara dirinya berkomunikasi. Menurut Alwi, tekanan merupakan bagian dari proses tersebut. Ia mengaku kerap berada dalam kondisi yang tidak nyaman, namun berusaha mengendalikan situasi itu dengan baik hingga akhirnya terbiasa menghadapi sorotan. Alwi juga mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dengan mengamati sosok-sosok besar di dunia olahraga. Ia menjadikan atlet-atlet bermental juara sebagai role model dalam membangun pola pikir dan sikap profesional. Ia menilai perbedaan utama antara atlet biasa dan atlet besar terletak pada mentalitas. Hal tersebut yang kemudian ia coba terapkan dalam kesehariannya, termasuk dalam cara berbicara dan menyampaikan pendapat. Seiring berjalannya waktu, Alwi merasakan perkembangan kedewasaan yang signifikan. Ia mengaku semakin mampu menyikapi berbagai situasi dengan lebih tenang dan terkontrol. Dalam proses tersebut, Alwi berusaha membuka diri terhadap masukan dan kritik. Ia menilai saran yang membangun sebagai bagian dari ujian yang justru dapat meningkatkan rasa percaya diri. Alwi menegaskan bahwa tidak semua kritik harus diikuti, namun setiap masukan perlu didengarkan. Selama kritik tersebut bertujuan untuk membuatnya menjadi lebih baik, ia memilih untuk menerimanya secara dewasa. Selain itu, Alwi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki target dan peta jalan karier yang jelas. Ia menyebut tahun ini sebagai periode penting untuk mengejar level yang lebih tinggi. Dengan proses yang terus berjalan, Alwi Farhan berharap dapat terus berkembang, baik sebagai atlet di lapangan maupun sebagai pribadi yang matang dalam menghadapi publik dan berbagai tekanan yang menyertainya.
01:56
05:00
43:05
04:06
05:00
05:00
05:00
01:29
01:33
01:53