Bhayangkara FC harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Persija Jakarta pada laga tunda BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (29/12/2025), The Guardians menyerah dengan skor 0-3. Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menilai timnya sejatinya tampil cukup baik di babak pertama. Bahkan, ia menyebut anak asuhnya sempat memiliki peluang untuk membuka keunggulan sebelum akhirnya situasi berubah drastis jelang turun minum. "Babak pertama kami bermain cukup baik dan punya peluang mencetak gol. Tapi kami gagal memanfaatkannya, lalu di tambahan waktu babak pertama terjadi penalti dan kami tertinggal 0-1," ujar Munster seusai pertandingan. Keadaan semakin sulit setelah Bhayangkara FC kebobolan gol kedua melalui gol bunuh diri. Munster pun mencoba melakukan sejumlah perubahan strategi dan pergantian pemain di babak kedua demi mengejar ketertinggalan. "Kami mengubah strategi, melakukan banyak pergantian untuk mencoba membalikkan keadaan. Tapi itu tidak terjadi. Persija adalah tim yang bagus, dan kami harus jujur mengakui kualitas mereka," katanya. Munster secara khusus menyoroti gol ketiga Persija yang dicetak Jordi Amat. Gol tersebut dinilainya terjadi dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik oleh lini pertahanan timnya. "Saya tidak menyangka gol ketiga seperti itu bisa terjadi. Gol dari Jordi Amat, itu situasi yang seharusnya bisa kami hindari," ucap pelatih asal Irlandia Utara tersebut. Meski kecewa, Munster menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan tim. Ia mengaku sudah berbicara langsung dengan para pemain di ruang ganti untuk menyampaikan evaluasi dan perasaannya atas hasil pertandingan. "Kami harus tetap bersama. Sekarang fokus kami adalah laga kandang berikutnya di Lampung," tegasnya. Sementara itu, perwakilan pemain Bhayangkara FC, Dendy Sulistyawan, mengakui kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim. Menurutnya, seluruh pemain telah berjuang maksimal meski hasil akhir tidak sesuai harapan. "Kami sudah berjuang, tapi hasilnya tidak seperti yang kami targetkan. Ini menjadi bahan introspeksi untuk kami semua," ujar Dendy. Ia juga mengungkapkan bahwa tim melakukan evaluasi panjang seusai pertandingan, termasuk menerima berbagai masukan dari tim pelatih dan pihak luar. "Jujur saja, kami tidak bisa menerima kekalahan beruntun. Tapi kami juga sadar Persija dan Persib adalah tim dengan kualitas tinggi karena mereka sedang bersaing di papan atas," tambahnya. Dendy menegaskan Bhayangkara FC kini harus segera mengalihkan fokus ke laga kandang selanjutnya. Ia berharap tim bisa bangkit dan kembali meraih poin demi memperbaiki posisi di klasemen.
02:03
01:54
05:00
05:00
02:14
01:51
05:00
05:00
05:00
05:00