Pemain Persija Jakarta, Jordi Amat, tampil berbeda saat Persija menghadapi Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Bek tengah andalan Macan Kemayoran itu dimainkan sebagai gelandang bertahan. Perubahan posisi dilakukan menyusul absennya beberapa gelandang akibat akumulasi kartu. Pelatih Mauricio Souza pun menempatkan Jordi lebih ke depan untuk menjaga keseimbangan tim. Jordi mengungkapkan bahwa perubahan posisi itu sudah dibahas sejak sesi latihan beberapa hari sebelumnya. Diskusi dengan pelatih membuatnya lebih siap menghadapi laga. Menurut pemain berusia 33 tahun itu, adaptasi berjalan lancar berkat pengalaman bermain di klub Eropa dan Asia. Jordi merasa peran baru itu tidak membuatnya kesulitan. Ia menilai dirinya mampu menjaga alur permainan tim dan membantu transisi dari bertahan ke menyerang. Kontribusinya penting untuk stabilitas lini tengah Persija. Kerja sama dengan Aditya Warman di lini tengah juga mendapat sorotan. Jordi menyebut chemistry mereka membuat Persija mampu mengontrol tempo permainan. Jordi menilai Persija tampil dominan sejak menit awal. Madura United kesulitan membangun serangan karena tekanan yang diberikan tuan rumah. Ia menyoroti performa Persija di babak pertama yang hampir sempurna. Menurutnya, Macan Kemayoran seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol. Pada babak kedua, intensitas permainan sedikit menurun. Namun Jordi menilai hal tersebut wajar dan tidak mengganggu fokus tim untuk mengamankan kemenangan. Kemenangan ini membawa Persija kembali ke jalur positif di papan atas klasemen. Jordi berharap performa solid ini bisa berlanjut di laga-laga berikutnya.
01:55
01:56
05:00
43:05
05:00
05:00
05:00
01:29
01:33
01:53