Jordy Wehrmann menjadi salah satu pemain asing di Liga 1 yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Indonesia. Gelandang Madura United itu mengungkapkan darah Indonesia mengalir dari sisi ibunya, di mana kedua kakek-neneknya lahir dan besar di Jakarta saat masih bernama Batavia sebelum pindah ke Belanda di usia muda. Kedekatan dengan budaya Indonesia membuat Jordy tidak asing dengan masakan Nusantara sejak kecil. Ia terbiasa menyantap soto, nasi campur, hingga berbagai hidangan khas Indonesia yang rutin dimasak sang nenek dalam acara keluarga yang digelar dua kali setiap pekan. Dalam karier sepak bolanya, Jordy tumbuh besar di akademi Feyenoord Rotterdam sejak usia tujuh tahun. Selama 15 tahun, ia meniti jenjang usia hingga akhirnya menembus tim utama dan melakoni debut resmi di Eredivisie pada 2020 di masa pandemi, saat stadion harus kosong tanpa penonton. Selain bermain di liga domestik Belanda, Jordy juga merasakan atmosfer kompetisi Eropa. Ia mencatatkan penampilan di Liga Europa bersama Feyenoord sebelum akhirnya hijrah ke Swiss dan bergabung dengan FC Luzern, klub yang membelinya seharga 500 ribu euro. Bersama Luzern, Jordy meraih salah satu momen terbaik dalam kariernya dengan menjuarai Piala Swiss. Ia bahkan mencetak gol di partai final dan membawa klubnya lolos ke kompetisi Eropa, termasuk menghadapi Feyenoord, klub yang telah membesarkan namanya sejak akademi. Topik lain yang tak kalah menarik adalah soal polemik Timnas Indonesia. Jordy mengungkap bahwa ia tidak pernah menolak panggilan tim nasional, melainkan terjadi kesalahpahaman komunikasi saat PSSI menghubunginya pada 2020 atau 2021 ketika ia baru saja pindah ke Swiss. Menurut pengakuannya, kendala bahasa menjadi faktor utama. Komunikasi dilakukan dalam bahasa Inggris yang terbatas melalui penerjemah, sementara Jordy sendiri meminta waktu untuk fokus menyelesaikan transfer dan menunggu kejelasan soal paspor, yang ternyata tidak pernah berlanjut. Berbulan-bulan kemudian, Jordy justru terkejut saat membaca pemberitaan yang menyebut dirinya menolak Timnas Indonesia. Ia menegaskan tidak pernah mengucapkan penolakan dan mengaku sedih karena merasa kesempatan membela Merah Putih hilang akibat miskomunikasi. Kini, setelah menetap di Indonesia dan bermain bersama Madura United sejak 2024, Jordy menyatakan kesiapan penuh jika kembali dihubungi PSSI. Ia menegaskan membela Timnas Indonesia adalah sebuah kehormatan besar yang siap ia jalani dengan sepenuh hati. Meski saat ini masih berstatus pemain asing karena belum memiliki paspor Indonesia, Jordy membuka pintu selebar-lebarnya untuk masa depan bersama Timnas. Dengan pengalaman Eropa dan karakter sebagai gelandang box to box, ia berharap suatu hari bisa memberi kontribusi nyata bagi sepak bola Indonesia.
04:06
05:00
05:00
05:00
01:29
01:33
01:53
05:00
02:48
05:00