logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Himbauan dari Ridwan Kamil untuk Bobotoh Agar Persib Bisa Kembali Berlaga

News20 Mei 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 23 Sep 2025, 13:20 WIB
Diterbitkan 20 Mei 2020, 17:05 WIB
Copy Link
Batalkan

- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberi himbauan kepada Bobotoh agar bisa kembali menyaksikan laga Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung. Himbauan diberikan saat Persib menyerahkan bantuan ke Pemprov Jawa Barat berupa 50 ribu masker, 2.500 Alat Pelindung Diri (APD), dan satu buah vetilator. Komisaris PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchar, Komisaris Utama PT PBB, Zaenuri Hasyim, dan Komisaris PT PBB, Kuswara S. Taryono menyerahkan secara simbolis kepada Gubernur Jabar sekaligus Ketua Gugus Penanganan COVID-19 Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata, Bandung, Selasa (19/5/2020). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan "kanyaah" (perhatian) dari manajemen Persib khususnya para bobotoh dan warga Jabar. Bantuan juga merupakan hasil penjualan jersey "sauyunan" yang sudah dilakukan manajemen Persib sejak mewabahnya COVID-19, termasuk bantuan dari Persib juga. Setelah acara penyerahan bantuan, Ridwan Kamil menyampaikan himbauan kepada Bobotoh. Ia pun berharap pandemi COVID-19 cepat selesai sehingga segala kegiatan olahraga termasuk pertandingan Persib bisa digelar kembali. "Jujur saya sudah kangen menyaksikan Persib bertanding seperti saat ke Palembang (final ISL 2014) naik Hercules. Itu kenangan saya" ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. Saat ini, kata Emil, menurut WHO, Jabar berada di indeks satu jika selama 14 hari ke depan jumlah pasien menurun. Jika menurun terus, besar kemungkinan pada Juli situasi bisa terkendali dan normal. "Tapi kalau sampai Idufitri warga dan bobotohnya tidak disiplin, kemungkinan masih lama Persib bisa main di stadion lagi. Jadi kalau cinta sama Persib dan sepak bola, taati peraturan pemerintah, jangan mudik, dan jauhi kerumunan," kata Ridwan Kamil. Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil pun meminta kepada manajemen Persib melalui media sosialnya untuk mengampanyekan anjuran pemerintah seperti tidak mudik dan diam di rumah saja, khususnya tertuju kepada Bobotoh.

  • Ridwan Kamil
  • Persib
  • berita video
  • bobotoh
  • news07:01
    Revisi UU Pilkada Disorot, Benarkah DPR Setujui Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD?
    News5 jam yang lalu
  • news06:03
    Buka-bukaan Menkes Budi Penyebab RI Kurang Dokter Gigi: Yang Praktik Cuma 70 Persen!
    News5 jam yang lalu
  • news01:51
    Eks Wamen Noel Bongkar Fakta Jelang Sidang Kasus Pemerasan Kemnaker: Satu Partai Terlibat!
    News5 jam yang lalu
  • news04:29
    Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulawesi | Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang
    News5 jam yang lalu
  • news02:56
    Nadiem Makarim Dapat Dukungan Driver Ojol di Sidang PN Tipikor
    News7 jam yang lalu
  • news04:58
    TNI AD Lanjutkan Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Terjang Medan Ekstrem
    News7 jam yang lalu
  • news06:58
    Respons Pimpinan DPR & Istana Soal Kepala Daerah Dipilih DPRD dan Presiden Oleh MPR
    News8 jam yang lalu
  • news01:45
    Sapi Bisa Menentukan Kapan Mau Diperah dengan Bantuan Robot
    News8 jam yang lalu
  • news05:00
    Nadiem Makarim Klarifikasi Polemik Pengadaan Laptop Chromebook
    News9 jam yang lalu
  • news01:24
    Menikahi Karakter AI Buatan Sendiri, Apakah Legal dan Diakui?
    News9 jam yang lalu