logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Terkendala Data Kependudukan, Keluarga Miskin Ini Belum Peroleh Layanan Kesehatan

News12 Februari 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 19 Sep 2025, 19:23 WIB
Diterbitkan 12 Feb 2020, 21:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Di tengah kondisi kemiskinan yang dialami sepasang kakak beradik di Jember, Jawa Timur, harus hidup penuh keprihatinan lantaran mengalami buta dan lumpuh. Nasib keduanya kian miris, sebab mimpi memperoleh layanan pengobatan gratis, terkendala administrasi kependudukan yang tak memenuhi syarat. Video kondisi sepasang kakak beradik itu pun langsung viral setelah diunggah ke media sosial. Berikut kita simak video liputannya pada Fokus, 11 Februari 2020. Beginilah kondisi kakak beradik warga Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo, Jember, dari video amatir warga. Kondisi Muhammad, usia 30 tahun, dan Yani, usia 25 tahun, itu pun langsung viral setelah diunggah ke media sosial oleh salah seorang warga. Kebutaan yang diderita sejak lahir, membuat Muhammad dan Yani hanya bisa tergolek lemah diatas kasur beton di rumahnya. Kondisinya tampak tak terurus. Tak hanya kurus kering, sekujur tubuhnya juga kotor. Jika ingin berjalan, keduanya harus digendong ataupun berjalan menumpu pada tangan dan pantat di atas lantai tanah rumahnya. Di rumahnya yang hanya berdinding kayu dan bambu, Muhammad dan Yani hidup bersama ibunya, Iyah, usia 65 tahun. Setelah bercerai dengan suaminya sekitar 20 tahun lalu, Iyah mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh tani. Diakui sang ibu, kebutaan, lumpuh dan tak bisa berbicara yang dialami kedua anaknya merupakan cacat bawaan sejak lahir. Kondisi keprihatinan yang dialami keluarga miskin ini sebenarnya sudah diketahui oleh perangkat desa setempat. Namun, program pengobatan gratis masih terkendala persyaratan administrasi data kependudukan yakni bukan ber-KTP setempat. Keluarga Iyah dan anaknya masih tercatat sebagai warga Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember. Perangkat Desa Karang Paiton kini masih melakukan proses perubahan data kependudukan, agar nasib tragis keluarga miskin itu bisa segera teratasi.

  • Jember
  • Keluarga Miskin
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • kecamatan ledokombo
  • lumpuh buta tuli
  • news12:31
    Wali Kota Bekasi Diancam Warga Saat Penertiban Lapak | Lansia Diserang Buaya Liar
    News13 jam yang lalu
  • news03:27
    Begini Penampakan Sungai Cisadane Tercemar Akibat Kebakaran Gudang Pestisida
    News15 jam yang lalu
  • news09:13
    Komisi VIII DPR Cecar Babe Haikal, Emosi Ungkap Temuan Sertifikasi Halal Bayar Jutaan
    News15 jam yang lalu
  • news02:10
    Fenomena Tua di Jalan, Berapa Banyak Waktu Dihabiskan karena Macet?
    News16 jam yang lalu
  • news10:48
    Sosok Ketum Demokrat AHY di Mata Merry Riana Seorang Kesatria
    News18 jam yang lalu
  • news05:01
    Keras DPR Semprot Babe Haikal, Singgung Dapur MBG Tak Miliki Sertifikat Halal
    News18 jam yang lalu
  • news06:37
    Menteri Yassierli Perintahkan Pekerja WFA Selama Lebaran 2026, Mulai 16 Sampai 27 Maret
    News18 jam yang lalu
  • news07:48
    Buaya Liar Serang Lansia di Palembang, Dilawan Pakai Gayung
    Newssehari yang lalu
  • news11:14
    Detik Detik Wali Kota Bekasi Diancam Warga Pakai Senjata Tajam
    Newssehari yang lalu
  • news05:30
    Noel Bocorkan Dugaan Parpol Terlibat Pemerasan K3 | Perahu Sound Horeg Jatuh ke Sungai
    News2 hari yang lalu