Cabai Oplos, Solusi Tekan Harga Ala Pedagang Pasar di Pontianak

News2019-07-19 13:18:32
OlehRio Audhitama Sihombing
Diperbaharui 06 Nov 2026, 05:47 WIB
Diterbitkan19 Jul 2019, 13:18 WIB

Sudah beberapa hari terakhir pedagang di Pasar Tradisional Kemuning, Kota Pontianak, mulai mengoplos [cabai](4015046 ""). Cabai berkualitas yang masih baik dicampur dengan cabai hijau.

Seperti ditayangkanLiputan6 SCTV, Jumat (19/7/2019), cara ini dilakukan agar pedagang tidak menelan kerugian besar karena pembeli yang sepi.

Harga cabai merah di Pasar Kemuning mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Sementara harga cabaioplos dijual separuhnya atau Rp 40 ribu per kilogram.

"Supaya bisa merata dan harganya tidak begitu mahal, kasian kalau mahal-mahal," kata pedagang cabai Martoka.

Lonjakan harga cabai di Purwakarta membuat pedagang makanan harus berputar otak untuk menyiasati rasa makanan mereka. Olahan cabai dicampur antara cabai segar dengan cabai kering yang lebih murah.

Ada pula pedagang yang mencampur dengan saos sambal hingga sengaja menanam cabai di rumah mereka untuk mengurangi beban modal belanja.

Di Purwakarta, harga cabai merah mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Di Ibu Kota lain lagi. Untuk mengakali rasa pedas pada masakan, para pedagang makanan menambahkan lada. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat lonjakan harga cabai yang mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Sudah hampir sebulan harga [cabai ](4015046 "")mengalami lonjakan hingga 2 kali lipat. Masyarakat berharap agar harga komoditi yang menjadi salah satu bumbu utama dapur ini segera normal kembali. (Rio Audhitama Sihombing)