logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

Kisah Inspiratif Pasutri ASN Buat Rumah Pintar Anak-Anak

News28 Januari 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 15:38 WIB
Diterbitkan 28 Jan 2019, 21:11 WIB
Copy Link
Batalkan

Prihatin melihat kurangnya minat belajar anak-anak yang ada di lingkungan tempat tinggalnya, sepasang suami istri di Bekasi, Jawa Barat, menginisiasi terbentuknya rumah pintar untuk anak anak. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (28/1/2019), Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini merupakan sepasang suami istri yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di dua instansi berbeda. Pasangan yang sama-sama memiliki hobi menulis ini, menjadi inisiator berdirinya Rumah Pintar (Rupin) Aisha. "Kita berpkir hidup di dunia hanya sementara. makanya kita harus melakukan yang terbaik. saya harus punya sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain," ujar pendiri Rupin Aisha Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini. Rupin Aisha yang berdiri pada 6 Februari 2015 adalah tempat untuk anak-anak mengembangkan kemampuannya menulis. Pesertanya anak-anak tingkat pendidikan usia dini atau paud hingga sekolah dasar. Kegiatan ini tak di pungut biaya alias gratis. Pembangunan rumah pintar diawali dari keinginan Randi dan Dyah untuk mengubah pola pikir generasi bangsa yang semakin tergerus oleh dampak negatif dari media sosial. "Rupin ini gratis. Tidak pernah kita menarik biaya sepeser pun," ujar pendiri Rupin Aisha Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini. Untuk mendanai Rupin Aisha, Randi dan Dyah memberikan 100 persen hasil penjualan buku karya mereka. "Kami produktif menulis buku. Jadi alhamdulillah ada 20 buku. Buku itu kami jual. Hasilnya kita gunakan untuk kegiatan rumah pitar," ujar pendiri Rupin Aisha Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini. Selain kegiatan belajar dan mengajar, keduanya juga membantu warga sekitar."Setiap hari Jumat kita display buku. Nanti masyarakat akan ambil buku itu" kata pendiri Rupin Aisha Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini. Melahirkan para penulis hebat di masa depan dan adalah harapan Randi dan Dyah. "Harapan kami mereka jadi penulis hebat apapun profesi anak-anak ini kelak," kata pendiri Rupin Aisha Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini. (Karlina Sintia Dewi)

  • Liputan6 SCTV
  • ASN
  • Program TV News
  • sosok minggu ini
  • rumah pintar aisha
  • news12:31
    Wali Kota Bekasi Diancam Warga Saat Penertiban Lapak | Lansia Diserang Buaya Liar
    News7 jam yang lalu
  • news03:27
    Begini Penampakan Sungai Cisadane Tercemar Akibat Kebakaran Gudang Pestisida
    News8 jam yang lalu
  • news09:13
    Komisi VIII DPR Cecar Babe Haikal, Emosi Ungkap Temuan Sertifikasi Halal Bayar Jutaan
    News8 jam yang lalu
  • news02:10
    Fenomena Tua di Jalan, Berapa Banyak Waktu Dihabiskan karena Macet?
    News9 jam yang lalu
  • news10:48
    Sosok Ketum Demokrat AHY di Mata Merry Riana Seorang Kesatria
    News11 jam yang lalu
  • news05:01
    Keras DPR Semprot Babe Haikal, Singgung Dapur MBG Tak Miliki Sertifikat Halal
    News11 jam yang lalu
  • news06:37
    Menteri Yassierli Perintahkan Pekerja WFA Selama Lebaran 2026, Mulai 16 Sampai 27 Maret
    News11 jam yang lalu
  • news07:48
    Buaya Liar Serang Lansia di Palembang, Dilawan Pakai Gayung
    News15 jam yang lalu
  • news11:14
    Detik Detik Wali Kota Bekasi Diancam Warga Pakai Senjata Tajam
    News16 jam yang lalu
  • news05:30
    Noel Bocorkan Dugaan Parpol Terlibat Pemerasan K3 | Perahu Sound Horeg Jatuh ke Sungai
    Newssehari yang lalu