Jakarta LavAni Bangkit! Tumbangkan Bhayangkara Presisi, Rebut Takhta Juara Proliga 2026

Bola2026-04-26 09:36:56
OlehMuhammad Daffa Satrio
Diperbaharui 26 Apr 2026, 09:36 WIB
Diterbitkan26 Apr 2026, 09:36 WIB

Jakarta LavAni Livin’ Transmedia resmi menjuarai Proliga 2026 usai menundukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 pada Grand Final leg kedua di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu malam. Kemenangan ini memastikan LavAni merebut kembali gelar juara setelah dua musim sebelumnya gagal meraih trofi.

Hasil tersebut menjadi jawaban atas ambisi besar LavAni untuk bangkit. Tim asuhan David Lee tampil konsisten sepanjang laga dan mampu mengatasi tekanan di momen krusial, termasuk saat kehilangan pemain kunci akibat cedera.

Sejak set pertama, LavAni langsung menekan melalui kombinasi serangan cepat dan blok solid. Pertandingan berjalan ketat, namun ketenangan LavAni di poin-poin akhir membuat mereka unggul 25-22.

Memasuki set kedua, intensitas pertandingan meningkat. Bhayangkara Presisi mencoba mengejar, tetapi LavAni tetap mampu menjaga ritme permainan. Keunggulan 25-20 membawa LavAni memimpin dua set tanpa balas.

Tertinggal dua set, Bhayangkara Presisi mengubah strategi di set ketiga. Permainan agresif dan serangan yang lebih efektif membuat mereka mampu mencuri kemenangan dengan skor 25-18.

Set keempat menjadi penentuan. LavAni sempat kehilangan momentum setelah salah satu pemain kunci mengalami cedera. Situasi tersebut dimanfaatkan Bhayangkara untuk unggul lebih dulu.

Namun, mental juara LavAni kembali terlihat. Mereka perlahan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor dan membawa pertandingan ke fase kritis yang menegangkan.

Pada poin-poin akhir, LavAni tampil lebih tenang dan efektif. Serangan tajam berhasil mengunci kemenangan 25-22 sekaligus memastikan gelar juara Proliga 2026.

Kemenangan ini tidak lepas dari performa kolektif tim yang solid. Selain itu, kemampuan bertahan dan konsistensi serangan menjadi faktor utama keberhasilan LavAni dalam mengatasi Bhayangkara Presisi.

Gelar juara ini menjadi bukti kebangkitan LavAni di kancah bola voli nasional. Sementara itu, Bhayangkara Presisi harus puas sebagai runner-up dan berpeluang melakukan evaluasi untuk musim berikutnya.