Loading iframe...

Kehilangan Kaki di Usia 12 Tahun, Jendi Pangabean Bangkit Lewat Renang

Bola 19 Mar 2026, 16:53 WIB

Perjalanan hidup atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean, tidak lepas dari momen sulit yang menjadi titik balik dalam kariernya. Ia mengungkapkan pengalaman kehilangan satu kaki saat berusia 12 tahun dalam perbincangan di kanal YouTube Bola Break.

Jendi mengaku pada awalnya tidak langsung merasakan tekanan mental yang berat. Faktor usia dan lingkungan sekitar membuatnya tetap bisa menjalani hari-hari seperti biasa.

“Pada saat itu mungkin belum terlalu down banget, karena masih anak-anak. Teman-teman juga mendukung, di sekolah tidak menganggap saya berbeda,” ujar Jendi.

Dukungan dari lingkungan terdekat membuatnya tetap percaya diri dalam beraktivitas. Ia bahkan tetap bermain dan berinteraksi seperti anak-anak lain pada umumnya.

Namun, situasi mulai berubah ketika ia melanjutkan pendidikan di Palembang. Di fase tersebut, Jendi mulai merasakan perbedaan yang membuat kepercayaan dirinya menurun.

“Mulai merasa berbeda dengan teman-teman yang lain. Di situ mulai muncul rasa kurang percaya diri,” katanya.

Perasaan tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya. Meski demikian, fase tersebut justru membuka jalan bagi Jendi untuk menemukan arah baru.

Ia kemudian dipertemukan dengan olahraga yang perlahan mengembalikan semangatnya. Dunia para renang menjadi medium bagi Jendi untuk bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali kepercayaan diri.

“Di situ juga saya dipertemukan dengan olahraga yang membuat saya bisa bangkit,” ungkapnya.

Kisah Jendi Pangabean menjadi contoh bagaimana dukungan lingkungan dan kesempatan yang tepat dapat membantu seseorang keluar dari masa sulit. Dari pengalaman tersebut, ia tidak hanya menemukan kembali kepercayaan diri, tetapi juga membangun fondasi untuk berprestasi di level yang lebih tinggi sebagai atlet para renang Indonesia.

Perjalanan itu menegaskan bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada peluang untuk bangkit dan melangkah lebih jauh.

Oleh Bayu Kurniawan Santoso Diperbaharui 19 Mar 2026, 16:53 WIB
Diterbitkan 19 Mar 2026, 16:53 WIB