Dari Sungai ke Raja Medali Emas ASEAN Para Games! Kisah Luar Biasa Aquaman Indonesia Jendi Pangabean

Bola2026-03-17 20:46:43
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 17 Mar 2026, 20:46 WIB
Diterbitkan17 Mar 2026, 20:46 WIB

Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean, tengah menjalani pemusatan latihan di Solo sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Jepang pada Oktober mendatang.

Dalam program Bola Break, Jendi mengungkapkan bahwa training camp kali ini merupakan lanjutan dari program jangka panjang yang sudah dimulai sejak awal 2025. Setelah sempat jeda singkat usai ajang sebelumnya, ia kembali fokus meningkatkan performa.

“Kami sekarang training camp di Solo. Fasilitas di sini sudah sangat mendukung dan sesuai standar internasional,” ujar Jendi.

Perjalanan Jendi menuju titik ini tidaklah mudah. Ia mengaku mulai mengenal renang sejak kecil saat tumbuh di desa dekat Palembang, dengan aktivitas sehari-hari yang banyak dihabiskan di sungai.

Namun, kariernya sebagai atlet dimulai saat SMA, ketika ia diperkenalkan dengan olahraga disabilitas. Dari situlah Jendi mulai serius menekuni renang hingga akhirnya bergabung dengan klub dan menjalani latihan profesional.

Prestasi mulai terlihat saat tampil di Peparnas 2012. Jendi sukses meraih dua medali emas sekaligus memecahkan rekor ASEAN, yang menjadi titik awal kariernya di level nasional hingga akhirnya masuk pelatnas pada 2013.

Sejak saat itu, ia konsisten menjadi bagian dari tim nasional dan telah tampil di berbagai ajang internasional, termasuk tiga edisi Paralimpiade, yakni 2016, 2020, dan 2024.

“Selama lebih dari 10 tahun di pelatnas, saya tidak pernah absen dari kompetisi. Semua itu butuh kesiapan fisik dan mental,” katanya.

Jendi juga dikenal dengan julukan “Si Belut” karena gaya renangnya yang gesit, serta “Aquaman” yang diberikan media setelah meraih emas di Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Di balik kesuksesan tersebut, Jendi pernah mengalami masa sulit setelah kehilangan satu kaki akibat kecelakaan saat berusia 12 tahun. Meski sempat kehilangan kepercayaan diri, dukungan lingkungan dan olahraga membantunya bangkit.

Pada ajang ASEAN Para Games terakhir, Jendi berhasil meraih tujuh medali emas, menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet andalan Indonesia.

Ia pun berpesan kepada atlet disabilitas untuk tetap percaya diri dan fokus pada tujuan.

“Kita tidak perlu dikasihani. Yang kita butuhkan adalah kesempatan dan akses untuk berkembang,” tegasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Jendi berharap dapat kembali memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia di Asian Para Games 2026.