logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Kisah Jim Beglin, Komentator Kenamaan Game PES

News5 Januari 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 21 Sep 2025, 19:15 WIB
Diterbitkan 05 Jan 2019, 18:32 WIB
Copy Link
Batalkan

Nama Jim Beglin mungkin sudah tidak asing bagi penikmat gim Pro Evolution Soccer (PES). Beglin di gim tersebut sebagai co-commentator bersama dengan Jon Champions atau Peter Drury. Suara Jim Beglin sudah terdengar sejak PES 2011. Suara khasnya terkadang melontarkan komentar-komentar bisa membuat pemain gim kesal. Akan tetapi, apakah kamu akan kesal bila mendengar beberapa kisah sedihnya? Berbeda dengan Jon Champion atau Peter Drury, Beglin mengawali karier di dunia sepak bola sebagai pemain. Posisinya bek atau gelandang dan klub besar yang pernah dibelanya yaitu Liverpool. Beglin memperkuat The Reds pada 1983 setelah digaet dengan harga 20 ribu pound dari Shamrock Rovers. Pria kelahiran Waterford, Republik Irlandia ini berkarier selama 6 musim di Liverpool. Namun, ceritanya yang diawali indah dengan mengangkat trofi liga Divisi Utama Inggris, Piala FA dan Charity Shield, berakhir dengan tragis. Sekitar 5 bulan setelah Beglin meraih kesuksesan tersebut bersama Liverpool, ia mengalami patah kaki dan tidak bisa bermain hingga musim 1986/1987 berakhir. Beglin mengalami patah kaki setelah berebut bola dengan pemain Everton, Gary Stevens, pada babak kelima Piala Liga, 21 Januari 1987. Saat itu usia Beglin 23 tahun. Kaki kiri Beglin patah. Tekel Stevens bahkan disebut parah. Menurut rekan setim, Alan Hansen, tekel Stevens tinggi dan sangat telat. Setelah itu, Beglin mengalami perjuangan berat di Liverpool. "Saya mendapat banyak simpati. Saya menerima 1.000 kartu dan surat ucapan. Rekan-rekan setim juga luar biasa kepada saya. Namun, hal yang sulit adalah menuju ruang ganti dengan tongkat kruk dan hidup tetap berjalan. Saya mengalami beragam emosi lalu mengasihani diri sendiri. 'kenapa saya?," kata Beglin seperti dilansir Buzz. Beglin lalu mengalami cedera lutut saat bermain untuk tim cadangan The Reds pada Oktober 1988. Di posisi full back, Beglin akhirnya harus bersaing dengan sejumlah nama, yaitu Steve Nicol, Barry Venison, David Burrows, dan Gary Ablett. Sebenarnya kisah sedih Beglin sudah hadir sebelum momen tragisnya di Liverpool. Beglin pernah punya peluang berseragam Arsenal. Namun, hal itu sepertinya hanya kabar burung belaka. Arsenal dikabarkan mengundang Beglin trial selama sebulan saat dirinya sudah bersama Shamrock Rovers. "Saya telah mempersiapkan tas dan siap untuk pergi. Lalu, Louis Kilcoyne (petinggi Rovers), mengatakan 'saya tidak tahu kenapa tetapi hal itu tidak akan terjadi," kata Beglin. "Saya juga pernah bertemu Terry Neill (Manajer Arsenal saat itu) di sebuah acara golf dan bertanya kepadanya soal trial dan ia mengatakan 'tidak'," ujar Beglin. Kisah sedihnya juga masih berlanjut. Beglin direkrut Liverpool tetapi tidak lama kemudian sang ayah meninggal dunia. "Ayah saya penggemar Liverpool tetapi ia akhirnya tidak pernah melihat saya dengan seragam The Reds," ucap Beglin. "Saya menangis untuknya setelah kami menang liga di Stamford Bridge," kata Beglin Dari semua momen menyedihkan tersebut, terdapat satu penyesalan terbesar Beglin sebagai pemain. Ia tidak bisa menjadi bagian dari tim Republik Irlandia saat menang 1-0 atas Skotlandia di Kualifikasi European Championship pada 18 Februari 1987. Kakinya yang patah sebulan sebelum pertandingan membuat Beglin tidak pernah mendapatkan caps yang ke-16. "Sejujurnya, itu kekecewaan dan penyesalan terbesar. Saya sangat sedih tidak bisa menjadi bagian dari tim Irlandia. Saya tidak tenggelam dalam kesedihan tetapi saya merasa sulit untuk melaluinya," kata Beglin.

  • Pro Evolution Soccer
  • news05:50
    DPR Soroti Peristiwa Pelatih Valencia Tewas di Labuan Bajo Bisa Coreng Wisata RI
    Newssejam yang lalu
  • news11:13
    Repons Wagub Jabar Usai Gibran Temukan Meja & Kursi Sekolah Bolong di Tasikmalaya
    Newssejam yang lalu
  • news09:30
    Keras! Putra PDIP Depan Menpar Putri Singgung Pedagang UMKM: Ibu Nongkrong Sudah Gemeter
    Newssejam yang lalu
  • news03:02
    45 Tahun Berjualan Jamu Gendong, Melestarikan Budaya Agar Tak Punah
    Newssejam yang lalu
  • news08:58
    Puluhan Siswa di Kulon Progo Diduga Keracunan MBG
    News3 jam yang lalu
  • news09:23
    Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Naik Perahu
    News3 jam yang lalu
  • news04:54
    Inggris Dukung Rencana Prabowo Membangun 1.500 Kapal Ikan
    News4 jam yang lalu
  • news05:36
    Pesan Wali Kota Madiun Untuk Warganya Saat Digiring KPK
    Newssehari yang lalu
  • news07:01
    Revisi UU Pilkada Disorot, Benarkah DPR Setujui Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD?
    News2 hari yang lalu
  • news06:03
    Buka-bukaan Menkes Budi Penyebab RI Kurang Dokter Gigi: Yang Praktik Cuma 70 Persen!
    News2 hari yang lalu