Hendra Basir 2 Kali Mangkir, FPTI dengan Tegas Layangkan Panggilan Ketiga!

Bola2026-04-04 12:22:15
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 04 Apr 2026, 12:22 WIB
Diterbitkan04 Apr 2026, 12:22 WIB

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkap perkembangan terbaru terkait dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan pelatih panjat tebing nasional, Hendra Basir.

Dalam agenda pelepasan atlet menuju ajang internasional di Bekasi, Yenny menyebut Tim Pencari Fakta (TPF) internal FPTI telah dua kali melayangkan panggilan kepada Hendra Basir. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut.

“Sudah dua kali dilakukan pemanggilan, namun terduga pelaku tidak hadir dengan berbagai alasan,” ujar Yenny Wahid.

FPTI, lanjut Yenny, akan kembali memberikan kesempatan kepada Hendra Basir melalui panggilan ketiga. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak jawab sesuai mekanisme organisasi dan prinsip keadilan.

“Kami akan melayangkan surat panggilan ketiga karena ingin memberikan ruang bagi yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi,” jelasnya.

Yenny menegaskan bahwa proses internal FPTI tetap berjalan beriringan dengan proses hukum yang ditangani pihak kepolisian. Ia menyebut kedua jalur tersebut memiliki mekanisme masing-masing dan tidak saling mengganggu.

“Proses internal dan eksternal berjalan bersamaan. Untuk perkembangan di kepolisian, itu ranah Bareskrim,” tambahnya.

Dalam prosesnya, komunikasi dengan Hendra Basir dilakukan secara resmi melalui surat-menyurat. Bahkan, pihak terduga pelaku diketahui telah menunjuk tim kuasa hukum untuk mendampingi kasus ini.

Meski demikian, Yenny menyayangkan sikap tidak kooperatif yang ditunjukkan dalam dua pemanggilan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa FPTI tetap membuka ruang klarifikasi hingga batas yang ditentukan.

“Forum sudah kami siapkan untuk memberikan penjelasan. Jika tidak dimanfaatkan, maka kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius FPTI sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas dan keamanan lingkungan olahraga, khususnya panjat tebing.

Dengan rencana pemanggilan ketiga, FPTI berharap proses klarifikasi dapat berjalan lebih terbuka sebelum keputusan lanjutan diambil, baik secara internal maupun melalui jalur hukum.