Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mulai menyusun fondasi awal kepemimpinannya dengan menjalin komunikasi intensif bersama para pemain, memantau kompetisi domestik, serta menyiapkan struktur staf pelatih. Herdman mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan sejumlah pemain Timnas Indonesia, termasuk para pemain yang berkarier di luar negeri. Komunikasi awal tersebut dilakukan sejak momen Natal lalu. "Saya sudah berbicara dengan kelompok inti pemain, termasuk kapten dan beberapa pemimpin senior. Bukan untuk langsung membahas Piala Dunia, tetapi untuk mengenal mereka sebagai pribadi," ujar Herdman. Dalam dua pekan ke depan, pelatih asal Inggris itu berencana menggelar konferensi video dengan para pemimpin inti tim. Tujuannya adalah memahami kampanye kualifikasi Piala Dunia dari sudut pandang para pemain, termasuk motivasi mereka membela Indonesia. Setelah itu, Herdman dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari. Ia ingin melihat langsung lingkungan latihan para pemain, berdiskusi secara tatap muka, sekaligus memantau pemain lain yang berpotensi bergabung dengan Timnas Indonesia. "Pada tahap ini, mendengarkan para pemain dan memahami perspektif mereka adalah hal yang paling penting," katanya. Selain memantau pemain diaspora, Herdman menegaskan komitmennya terhadap kompetisi domestik. Ia menilai liga profesional di Indonesia sebagai fondasi penting bagi masa depan Timnas. "Saya sempat menonton laga Clasico di televisi, sangat panas dan penuh gairah. Jika pelatih tim nasional tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi pemain lokal," tegas Herdman. Ia juga menyinggung pentingnya memberi perhatian kepada pemain muda yang mendapatkan menit bermain di klub, karena mereka merupakan aset masa depan sepak bola Indonesia. Terkait staf kepelatihan, Herdman menyebut proses penunjukan asisten pelatih akan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Ia juga menekankan komitmennya melibatkan staf lokal, analis, dan ilmuwan olahraga. "Tujuan kami adalah meninggalkan warisan. Ketika suatu hari saya pergi, yang terpenting adalah manusia yang berkembang melalui pengalaman ini," ujarnya. Dalam hal pengambilan keputusan, Herdman menegaskan bahwa pelatih kepala harus bertanggung jawab penuh. Meski terbuka terhadap masukan federasi, suporter, dan para ahli, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih. "Pelatih kepala harus tahu kapan mendengarkan dan kapan meredam kebisingan. Saya siap memikul tanggung jawab itu," kata Herdman. Dengan pendekatan komunikasi, observasi langsung, dan struktur kerja yang jelas, John Herdman mulai menata langkah awal Timnas Indonesia menuju agenda besar ke depan.
05:00
04:36
05:00
05:00
05:00
05:00
00:52
03:34
22:31
05:00