Timnas Futsal Indonesia menatap final Piala Asia Futsal 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Bermain di Indonesia Arena, Sabtu (7/2), skuad Garuda mendapat suntikan motivasi besar dari dukungan publik tuan rumah. Pemain andalan Indonesia, Wendy Brian Lindrey Ick, menegaskan bahwa tampil di hadapan sekitar 10 ribu penonton tidak menjadi beban bagi tim. Sebaliknya, atmosfer kandang justru menjadi energi tambahan dalam upaya meraih hasil terbaik. "Bagi saya tidak ada tekanan sama sekali, karena ini kali pertama Indonesia masuk final. Justru ini memotivasi kami. Saya merasa ini rumah kita, dan kami tidak mau kalah di rumah sendiri," ujar Brian. Senada dengan pernyataan pemainnya, pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto menekankan pentingnya kesiapan fisik dan kecerdikan bermain saat menghadapi Iran. Lawan diketahui memiliki waktu pemulihan lebih panjang serta tidak melalui laga perpanjangan waktu di semifinal. "Kami sedang fokus pada pemulihan. Laga kemarin sangat melelahkan. Menghadapi tim sekuat Iran, kami tidak bisa menekan penuh selama 40 menit. Kami harus bermain pintar, mengatur tempo, dan membawa laga hingga menit-menit akhir," jelas Hector. Pelatih asal Spanyol itu mengakui kualitas individu Iran yang dihuni pemain-pemain berpengalaman seperti Hossein Tayebi, Saeid Ahmad Abbasi, Moslem Oladghobad, dan Salar Aghapour. Namun, ia menegaskan kekuatan utama Indonesia terletak pada kebersamaan dan kolektivitas tim. Indonesia sendiri mencetak sejarah dengan lolos ke final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya. Sebelumnya, skuad Garuda telah meraih prestasi dengan menjuarai SEA Games dan ASEAN Futsal Championship. Di bawah asuhan Hector Souto, Timnas Futsal Indonesia kini menjelma menjadi kekuatan baru di level Asia. Final melawan Iran menjadi ujian sekaligus peluang emas untuk menorehkan sejarah baru di hadapan publik sendiri.
05:00
05:00
05:00
05:00
06:26
00:42
02:45
05:00
06:57
01:44