Loading iframe...

LavAni Tunjukkan Konsistensi, Garuda Jaya Dipaksa Menyerah di Final Four Proliga 2026

Bola 12 Apr 2026, 13:13 WIB

Jakarta LavAni Livin' Transmedia tampil dominan dengan mengalahkan Jakarta Garuda Jaya 3-0 dalam lanjutan Final Four Proliga 2026 di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (11/4/2026) malam. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi LavAni sebagai kandidat kuat juara.

Hasil tersebut membuat LavAni semakin kokoh di papan atas klasemen Final Four. Konsistensi performa yang ditunjukkan menjadi modal penting dalam upaya mereka mengamankan tiket menuju Grand Final Proliga 2026.

Sejak awal pertandingan, LavAni langsung mengambil inisiatif serangan. Dio Zulfikri berperan penting dalam mengatur alur permainan, sementara Taylor Sander dan Boy Arnes menjadi ujung tombak yang efektif dalam mendulang poin.

Garuda Jaya yang diperkuat Dawuda dan Fauzan Nibras sempat memberikan perlawanan di awal set pertama. Namun, kematangan permainan LavAni membuat mereka mampu menjauh dan menutup set pertama dengan skor 25-19.

Memasuki set kedua, LavAni tetap mempertahankan dominasi meski melakukan rotasi pemain. Masuknya Sigit Ardian dan Dafa tidak mengurangi kekuatan tim, bahkan membuat ritme permainan tetap stabil hingga unggul jauh di pertengahan set.

Garuda Jaya sempat memanfaatkan kesalahan komunikasi lawan untuk memperkecil ketertinggalan di poin kritis. Akan tetapi, ketenangan dalam bertahan dan blok efektif memastikan LavAni mengamankan set kedua dengan skor 25-21.

Pada set ketiga, pertandingan sempat berjalan lebih seimbang. Garuda Jaya mampu mengimbangi permainan hingga skor awal, menunjukkan perkembangan signifikan dari tim muda tersebut.

Namun, kualitas servis dan serangan cepat LavAni kembali menjadi pembeda. Hendra Kurniawan tampil efektif dalam mencetak poin, membuat LavAni menjauh dan mengontrol jalannya laga.

Kesalahan servis di momen krusial dari pihak Garuda Jaya semakin mempermudah langkah LavAni untuk menutup set ketiga dengan skor 25-18 sekaligus memastikan kemenangan tanpa balas.

Usai pertandingan, pelatih Garuda Jaya mengakui kelemahan timnya terletak pada receive dan blok. Sementara itu, kubu LavAni menegaskan rotasi pemain merupakan bagian dari strategi tim. Kemenangan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi laga berikutnya dan menjaga peluang besar menuju Grand Final Proliga 2026.

Oleh Muhammad Daffa Satrio Diperbaharui 12 Apr 2026, 13:13 WIB
Diterbitkan 12 Apr 2026, 13:13 WIB