VIDEO: Cuaca Ekstrem, Harga Cabai di Madiun Melambung
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Madiun, Jawa Timur, Selasa (23/2) melambung tinggi, mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogramnya. Mahalnya harga salah satu bumbu dapur tersebut, diduga karena pasokan cabai dari petani berkurang, akibat dari cuaca ekstrem.
Beginilah kondisi tanaman cabai milik petani di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Tanaman cabai siap panen banyak yang membusuk dan rontok, bahkan banyak pohon cabai tumbuh tidak sempurna atau kerdil.
Tanaman cabai ini kurang sinar matahari, karena hampir setiap hari mendung dan sering hujan. Syahroni, salah satu petani cabai di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, mengaku lahan cabai miliknya hampir seluruhnya rusak dan buahnya membusuk. Akibatnya hasil produksi saat ini mengalami penurunan, dari 150 kilogram sekali panen, kini tinggal 80 kilogram. Berikut pemberitaannya pada Fokus, (24/2/2021).
“Ya kemungkinan ini cuma 50 persen lah, keadaannya bulan kurang bagus, karena cuaca ekstrem ini, tiap hari hujan terus mulai pagi sampai sore kan ndak ada matahari, cuma sebentar, siang sore sudah hujan, dampaknya kalau ndak ada sinar, busuk, sebetulnya sudah diberi obat, segala macem obat,” kata Syahroni, Petani Cabai.
Akibat tidak adanya pasokan cabai dari petani, membuat cabai di pasaran melambung tinggi. Saat ini harga cabai di pasar besar Madiun, mencapai Rp 90 ribu per kilogramnya. Sementara di pasar sayur Magetan mencapai Rp 100.000.
“Per hari ini Rp 100 ribu cabai rawit, cabai keriting Rp 45 ribu, penyebabnya stoknya kurang,” kata Suti, Pedagang Cabai.
Petani dan pedagang cabai berharap pemerintah hadir memberi solusi, terhadap kenaikan harga cabai. Sehingga harga salah satu bumbu dapur ini kembali normal.
19:26Fokus : Kapal Nelayan di Jember Karam Diterjang Ombak saat Hendak Memasuki Pelabuhan2026-01-29 23:25:46
56:17Fokus Pagi : Jemur Kasur, Wanita di Tambora Jakbar Jatuh dari Lantai 3 Rumah2026-01-29 23:15:44
22:13Fokus : Banjir Berlarut-larut Melanda Perumahan di Kab. Bekasi2026-01-28 23:25:23
56:57Fokus Pagi : Kobaran Api di Pabrik Sandal di Medan, Banyak Bahan Baku Mudah Terbakar2026-01-28 21:40:30
19:26Fokus : Duka Keluarga Menanti Kabar Korban Longsor di Cisarua2026-01-27 23:23:38
58:50Fokus Pagi : Angin Kencang di Cilincing Jakut Rusak Puluhan Rumah, Wanita Lansia Terluka2026-01-27 22:11:51
39:11Fokus : Ancaman Longsor di Pasirlangu Hambat Pencarian Korban2026-01-26 23:50:14
01:05:09Fokus Pagi : Angin Kencang di Purbalingga Sebabkan Pohon Tumbang, Timpa Pemotor2026-01-26 22:13:51
18:42Fokus : Angin Kencang Hantam Atap Sekolah di Sukabumi2026-01-25 21:50:37
01:00:03Fokus Pagi : Longsor Terjang Permukiman di Kawasan Pasirlangu, Tiga Korban Ditemukan2026-01-25 15:39:50
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5488070/original/068200600_1769703802-fokus-290126-505630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5488068/original/030048300_1769703230-fokus-pagi-290126-fad8f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5486836/original/027097700_1769612070-fokus-280126-ce606f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5486827/original/018484400_1769611145-fokus-pagi-280126-aba427.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5485757/original/071463900_1769530905-fokus-siang-27-01-26-49e8ba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5485723/original/052131200_1769526597-fokus-27-01-26-5cc2d9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5484535/original/073685700_1769442723-fokus-260126-44a8bd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5484526/original/020860100_1769440331-fokus-260126-327a26.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5483262/original/003069300_1769351160-fokus-250125-bceaf0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5483115/original/028939600_1769330298-fokus-pagi-250125-fe740e.jpg)