Feminine Hygiene yang Lebih Sustainable, Pilihan Perempuan yang Lebih Peduli Bumi
Pembalut wanita adalah kebutuhan utama setiap bulan, tapi produk sekali pakai ini menyumbang sampah yang susah terurai. Video ini membahas dampak lingkungan dari feminine hygiene konvensional dan solusi alternatif yang lebih ramah bumi.
6 hari yang lalu
SelengkapnyaAsintel Danpaspampres Buka Suara Soal Viral Paspampres Ditegur Wartawan Inggris
Asintel Danpaspampres Kol Inf Mulyo Junaidi menanggapi viralnya video anggota Paspampres yang melarang pewarta mendekati area ring-1 saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto di London, Inggris, dengan menegaskan bahwa anggota tersebut menjalankan tugas pengamanan sesuai SOP dan secara proporsional. Insiden itu bermula dari perdebatan karena pewarta mengklaim lokasi liputan merupakan area publik, hingga akhirnya Paspampres mundur dan memperbolehkan peliputan. Mulyo menyatakan ucapan dan tindakan anggota Paspampres dalam video tersebut sudah tepat, serta mengapresiasi perhatian dan tanggapan publik yang dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap Paspampres dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan Kepala Negara.
6 hari yang lalu
SelengkapnyaEmosi Tunjuk-Tunjuk! Jenderal DPR PDIP Bentak Kapolres Sleman Soal Suami Korban Jambret Tersangka
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Kapolres Sleman usai heboh kasus suami korban jambret ditangkap. Rapat digelar di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/1). Anggota Komisi III DPR, Irjen (purn) Safaruddin, menyoroti tajam Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto yang belum memahami tentang hukum. Menurutnya, keputusan Kapolres tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. #Merdekadotcom #KajariSleman #KapolresSleman #Safaruddin #ShortMdk
7 hari yang lalu
SelengkapnyaEmosi! Menkeu Purbaya Siap Bawa TNI Polisi Gerebek Perusahaan Asing Nakal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat laporan banyak perusahaan asing yang tidak membayar Ppn dan pajak penghasilannya rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, Menkeu Purbaya bekerja sama dengan Menko Polkam, dan setuju akan melibatkan Polri dan TNI untuk melakukan penggerebekan pajak di lapangan. "Saya deteksi banyak juga ada perusahaan-perusahaan asing di sini yang beroperasi cash basis. Jadi, PPN-nya enggak bayar, pajak penghasilannya juga rendah. Itu saya heran bisa lolos. Tapi dengan nanti resolusi saya jadi pegawai, saya pikir itu enggak akan bisa lolos lagi. Kemudian kami juga melakukan kerja sama dengan pihak tertentu untuk memperkuat enforcement pemeriksaan pajak atau penggerebekan pajak di lapangan. Kalau kata orang-orang saya kan di lapangan selalu ada backing-nya. Tadi saya ketemu Menko Polkam dan berdiskusi dan setuju sudah akan melakukan kerja sama, di mana kita akan melibatkan hukum, polisi, tentara dan lain-lain supaya backing-backing itu kabur," kata Menkeu Purbaya. #Merdekadotcom #PurbayaYudhiSadewa #GerebekPerusahaanAsing #TNI-Polri #ShortMdk
7 hari yang lalu
SelengkapnyaEmosi! Menkeu Purbaya Siap Bawa TNI Polisi Gerebek Perusahaan Asing Nakal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat laporan banyak perusahaan asing yang tidak membayar Ppn dan pajak penghasilannya rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, Menkeu Purbaya bekerja sama dengan Menko Polkam, dan setuju akan melibatkan Polri dan TNI untuk melakukan penggerebekan pajak di lapangan. "Saya deteksi banyak juga ada perusahaan-perusahaan asing di sini yang beroperasi cash basis. Jadi, PPN-nya enggak bayar, pajak penghasilannya juga rendah. Itu saya heran bisa lolos. Tapi dengan nanti resolusi saya jadi pegawai, saya pikir itu enggak akan bisa lolos lagi. Kemudian kami juga melakukan kerja sama dengan pihak tertentu untuk memperkuat enforcement pemeriksaan pajak atau penggerebekan pajak di lapangan. Kalau kata orang-orang saya kan di lapangan selalu ada backing-nya. Tadi saya ketemu Menko Polkam dan berdiskusi dan setuju sudah akan melakukan kerja sama, di mana kita akan melibatkan hukum, polisi, tentara dan lain-lain supaya backing-backing itu kabur," kata Menkeu Purbaya. #Merdekadotcom #PurbayaYudhiSadewa #GerebekPerusahaanAsing #TNI-Polri #ShortMdk
7 hari yang lalu
SelengkapnyaAparat Akui Keliru, Minta Maaf Atas Tuduhan Es Gabus Berbahan Spons
Aparat yang sebelumnya menuduh penjual es gabus menggunakan bahan spons menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi. Salah satu perwakilan dari polri menyebut polisi meminta maaf atas kegaduhan yg terjadi, tidak ada niat menghakimi pedagang es gabus tersebut, dengan harapan tidak ada permasalahan kedepannya. Sebelumnya, tindakan disebut berawal dari laporan warga terkait dugaan jajanan berbahaya dan dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat. Namun hasil pemeriksaan laboratorium memastikan es gabus tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung Polyurethane Foam atau bahan berbahaya.
28 Januari 2026
Selengkapnya