9 Petani Tersambar Petir Saat Berteduh Di Tengah Gubuk Sawah: 4 Tewas 5 Luka-Luka
Sembilan petani di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tersambar petir saat berteduh di gubuk tengah sawah setelah membersihkan rumput pada Selasa (2/12/2025) sore, empat di antaranya tewas di tempat dan lima lainnya luka-luka.
Para petani segera dievakuasi ke RSUD Kota Serang dan RSUD dr. Drajat Prawiranegara menggunakan kendaraan warga. Polisi memastikan insiden terjadi akibat sambaran petir saat hujan deras mengguyur area persawahan.
2025-12-03 19:00:14
SelengkapnyaPurbaya Cerita Gaji: Dulu '2M', Sekarang Lebih Gede
urbaya Cerita Gaji: Dulu '2M', Sekarang Lebih Gede
Di acara Kadin Indonesia, Menkeu Purbaya ungkap masa lalu sebagai ekonom: dibayar "2M" bukan miliar, tapi Makasih Mas.
2025-12-03 16:00:10
Selengkapnya9 Petani Tersambar Petir saat Berteduh di Gubuk Tengah Sawah: 4 Tewas di Tempat, 5 Luka-luka
Sembilan petani di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tersambar petir saat berteduh di gubuk tengah sawah setelah membersihkan rumput pada Selasa (2/12/2025) sore, empat di antaranya tewas di tempat dan lima lainnya luka-luka.
Para petani segera dievakuasi ke RSUD Kota Serang dan RSUD dr. Drajat Prawiranegara menggunakan kendaraan warga. Polisi memastikan insiden terjadi akibat sambaran petir saat hujan deras mengguyur area persawahan.
2025-12-03 15:00:15
SelengkapnyaPotret Pemukiman Warga Palembayan Agam yang Hancur Dihantam Banjir Bandang Sumbar
Banjir bandang dahsyat yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 27 November 2025 meninggalkan kerusakan ekstrem, rumah-rumah hancur tertimbun tanah, jalanan juga rata dengan tanah.
Hingga 2 Desember, tercatat 115 warga Palembayan meninggal, 76 hilang, dan lebih dari 1.500 mengungsi; secara keseluruhan di Sumbar jumlah korban mencapai 193 tewas dan 116 hilang.
2025-12-03 15:00:09
SelengkapnyaDuka Berlapis Korban Banjir Sumatera: Rumah Rusak, Harta Dijarah
Korban banjir di Palembayan, Agam, Sumatera Barat, mengalami duka berlapis setelah rumah-rumah mereka tidak hanya rusak diterjang banjir dan lumpur, tetapi juga dijarah saat ditinggalkan untuk mengungsi. Simus, salah satu korban, kehilangan uang tunai, laptop, dan perhiasan emas senilai sekitar Rp 50 juta.
Warga lain seperti keluarga Rodi juga mendapati harta berharga hilang meski lemari tetap terlihat utuh. Penjarahan diduga terjadi pada malam hari ketika seluruh warga menyelamatkan diri, menambah beban mereka yang sudah terdampak bencana berat.
2025-12-02 19:00:09
Selengkapnya