logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Perayaan Nyepi di Kampung Bali Patoman Banyuwangi

News16 Maret 2021
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 08:59 WIB
Diterbitkan 16 Mar 2021, 22:48 WIB
Copy Link
Batalkan

Suasana Nyepi Tahun Baru Saka 1943, tak hanya berlangsung di Pulau Bali. Di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, juga memperingati Hari Raya Nyepi. Seluruh aktivitas ditiadakan, karena seluruh warga melakukan tapa brata penyepian di dalam rumah. Suasana lengang terlihat di Kampung Bali, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, pada Minggu pagi. Tak ada aktivitas warga maupun kendaraan yang berlalu lalang di jalanan desa ini. Seluruh masyarakat Hindu di desa ini melakukan tapa brata. Untuk menjaga kekusyukan, akses jalan menuju kampung ditutup sementara menggunakan bambu. Begitu pula rumah warga dan tampak tertutup, tidak ada aktivitas sama sekali. Beberapa petugas keamanan atau pecalang, berjaga di setiap persimpangan mengawasi warga agar tak melintas. Meski tak hanya dihuni oleh umat Hindu, pelaksanaan Nyepi di desa ini tetap berlangsung tertib dengan toleransi tinggi. Tercatat ada 253 kepala keluarga yang mayoritas beragama Hindu hidup berdampingan dengan umat muslim yang ada di kampung ini. Di Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1943, warga melakukan tapa brata penyepian di rumah masing-masing selama 24 jam. Perayaan Nyepi kali ini digelar lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya, karena masih pandemi Covid-19. Pawai ogoh-ogoh yang biasanya digelar malam hari sebelum tapa brata berlangsung ditiadakan, karena mencegah kerumunan massa. Pada peringatan Nyepi tahun ini, umat Hindu berdoa agar pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga perekonomian di Indonesia bisa kembali bangkit. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, (15/3/2021). "Kalau umat Hindu dalam penyepian ini, ya kita melakukan yaitu lebih banyak diam dan lebih banyak membaca kitab-kitab suci, harapan kita di dalam melaksanakan baca kitab suci, sambil kita yaitu biar pandemi bisa hilang di bumi Indonesia ini," kata Made Hardana, Kepala Dusun Kampung Bali Patoman. Seluruh umat Hindu melaksanakan tapa brata penyepian, yakni, amati geni atau tidak menyalakan api, amati karya atau tidak bekerja, dan amati lelungan atau tidak bepergian, dan amati lelanguan atau tidak mendengarkan hiburan.

  • liputan6
  • Banyuwangi
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Perayaan Nyepi
  • SCTV Biro Surabaya
  • kampung bali patoman
  • tapa brata
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    Newssehari yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    Newssehari yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    Newssehari yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    Newssehari yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    Newssehari yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    Newssehari yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    Newssehari yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News2 hari yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News2 hari yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News2 hari yang lalu