logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Pasutri Beli Motor Pakai Uang Receh dalam Karung Hasil 2 Tahun Menabung

News9 Januari 2021
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 17:11 WIB
Diterbitkan 09 Jan 2021, 20:37 WIB
Copy Link
Batalkan

Berbekal tekat kuat dan kesungguhan menabung, pasangan suami istri di Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil membeli sepeda motor impiannya. Uniknya, jutaan uang yang digunakan membayar motor adalah ribuan uang koin hasil tabungan selama 2 tahun. Alhasil karyawan dealer motor dibuat sibuk menghitung uang koin yang dibungkus karung beras tersebut. Ribuan keping uang koin, pecahan Rp 1.000 ini disimpan Rasidi dan istrinya, Amidah dalam sebuah karung beras. Pasutri asal Kelurahan Lateng, Banyuwangi itu datang ke dealer motor di Jalan Dr Soetomo, Banyuwangi, untuk membeli sepeda motor yang mereka idamkan. Meski sempat was-was takut ditolak, namun keinginannya untuk membeli sepeda motor akhirnya terwujud. Karena dealer menerima pembayaran dengan uang logam tersebut. Empat karyawan dibantu Rasidi dan Amidah menghitung ribuan koin secara bergantian. Setelah 2 jam menghitung, terkumpul uang tunai Rp 9.380.000. Ribuan uang koin ini hasil menabung selama 2 tahun, dari kembalian belanja di toko sembako miliknya. Untuk menutup sisa pembayaran motor, seharga Rp 21,5 juta, Rasidi menambahnya dengan uang kertas. Meski pihak dealer awalnya kaget dan kerepotan, namun mereka mengapresiasi kesungguhan menabung pasangan Rasidi dan Amidah. "Ya, 2 tahunan lah intinya nabung, kalau koin itu anggaplah uang jajanlah, uang jajan tak masukno," jelas Ahmad Rasidi, Pemilik Uang Koin. "Kepuasan pelanggan aja, jadi kita memberikan pelayanan terbaik, salah satunya ya untuk memudahkan customer dengan bentuk apapun, baik mulai dari transfer, maupun uang tunai, tunai walaupun receh, temen-temen siap hitung," terang Danang, Kepala Marketing Dealer. Bagi Rasidi dan istrinya, pembelian motor ini sangat berkesan, karena melalui perjuangan panjang. Buah dari kesabaran menabung, kini mereka rasakan sepeda motor idaman berhasil dibeli. Demikian diberitakan pada Liputan6, (7/1/2021).

  • liputan6
  • Banyuwangi
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • uang receh
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • SCTV Biro Surabaya
  • kelurahan lateng
  • pasutri beli motor
  • news07:48
    Buaya Liar Serang Lansia di Palembang, Dilawan Pakai Gayung
    News4 jam yang lalu
  • news11:14
    Detik Detik Wali Kota Bekasi Diancam Warga Pakai Senjata Tajam
    News5 jam yang lalu
  • news05:30
    Noel Bocorkan Dugaan Parpol Terlibat Pemerasan K3 | Perahu Sound Horeg Jatuh ke Sungai
    News19 jam yang lalu
  • news07:39
    Menkeu Purbaya Kejutkan DPR, Miris Bayangkan Pasien Cuci Darah Tapi PBI JKN Dinonaktifkan
    News21 jam yang lalu
  • news07:05
    Menohok Rieke PDIP Tanya Purbaya Ribut BPJS Kesehatan PBI JKN: Negara Kita Kategori Apa?
    News21 jam yang lalu
  • news05:07
    Purbaya Jawab Kemenkes Disebut Lambat Cairkan Dana Bayar PBI-JK: Uang Saya Banyak...
    News21 jam yang lalu
  • news08:20
    Mahkamah Agung Kecewa Hakim di Depok Kena OTT KPK: Mencoreng Kehormatan
    News21 jam yang lalu
  • news11:22
    Purbaya Emosi Lihat Menteri di Kanan Kiri Kasus PBI JKN Dinonaktifkan: Konyol, Saya Rugi!
    News21 jam yang lalu
  • news06:52
    Diungkap Istana, Pesan Penting Presiden Prabowo Saat Kumpulkan Jenderal TNI Polisi
    Newssehari yang lalu
  • news01:14
    Unik! Karya Seni "Raksasa Hijau" di Finlandia yang Bagai Diselimuti Lumut
    Newssehari yang lalu