logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi Meninggal karena Terpapar COVID-19

News17 Desember 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 21 Sep 2025, 18:13 WIB
Diterbitkan 17 Des 2020, 19:36 WIB
Copy Link
Batalkan

Sepekan menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit, Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Sementara itu, seorang perawat asal Pacitan dan Ngawi meninggal akibat terpapar COVID-19. Perawat di Jawa Timur yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 44 orang. Suasana duka, terlihat di Rumah Dinas Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Raden Evy Suhartantyo, di Jalan Agung Suprapto 35, Banyuwangi, pada Senin malam. Korban meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Evy Suhartantyo meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Usai dikremasi, abu jenazah langsung disemayamkan di rumah dinasnya, di Jalan Agung Suprapto Banyuwangi, untuk dibawa ke Jakarta. Seorang perawat asal Pacitan dan Ngawi gugur akibat Covid-19. Kini total perawat di Jawa Timur yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadi 44 orang. Adapun dua perawat yang gugur akibat terpapar virus COVID-19 yakni, Sri Hastutik, perawat sebuah puskesmas di Ngawi, dan Martenaya Porba perawat RSUD dr Darsono Pacitan. "Perlu saya sampaikan, dalam dua hari ini, ada dua yang meninggal, yaitu, perawat di Rumah Sakit Umum Pacitan, dan satu lagi dari puskesmas Kabupaten Ngawi, dengan jumlah perawat yang meninggal sampai dengan hari ini, sudah mencapai 44 orang dari total perawat yang terkonfirmasi sebanyak 1.710," ujar Nursalam, Ketua DPW PPNI Jawa Timur, seperti dilansir pada Liputan6, 16 Desember 2020. Persatuan Perawat Nasional Indonesia, PPNI Jawa Timur, menduga faktor kelelahan dan kejenuhan, selama menangani pasien di masa pandemi, menjadi penyebab perawat mudah terpapar COVID-19. PPNI Jatim berharap, para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan covid ini, bisa segera mendapat vaksin, agar bisa menjalankan tugas dengan kondisi sehat. ** #IngatPesanIbu Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan. Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

  • liputan6
  • Banyuwangi
  • SCTV
  • Liputan6 SCTV
  • Ngawi
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Corona
  • COVID-19
  • virus coro
  • ppni jawa timur
  • SCTV Biro Surabaya
  • meninggal terpapar covid-19
  • perawat wafat
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    News2 hari yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    News2 hari yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    News2 hari yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    News2 hari yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    News2 hari yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    News2 hari yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    News2 hari yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News2 hari yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News2 hari yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News2 hari yang lalu