logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Tangis dan Sujud Risma di Hadapan Dokter

News1 Juli 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 21:11 WIB
Diterbitkan 01 Jul 2020, 22:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Kesal dianggap tidak bisa bekerja dan tidak bisa berkoordinasi dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) menangis dan bersujud di hadapan belasan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur. Aksi spontan Wali Kota Surabaya di tengah audiensi dengan IDI Jatim, tersebut, Risma bahkan mengaku tidak pantas menjadi Wali Kota Surabaya. Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menangis hingga bersujud di hadapan belasan dokter. Ini terjadi Senin siang, saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, dan IDI Surabaya, di Balai Kota. Aksi spontan Wali Kota Surabaya tersebut mengundang iba dari kalangan dokter yang berada di lokasi. Para dokter ini berusaha menenangkan Risma yang tak kuasa menahan kekesalan dan kesedihannya karena dianggap tidak bisa bekerja, dan tidak bisa berkoordinasi dalam percepatan penanganan Covid-19 di Surabaya. Di tengah audiensi, Risma juga menyatakan kekesalannya dituduh tidak bekerja, padahal selama ini dirinya telah berupaya dan bekerja keras untuk penanganan Covid-19 di Kota Surabaya. Risma kembali menangis dan bersujud untuk kedua kalinya dan mengatakan dirinya tidak pantas menjadi Wali Kota Surabaya. "Karena justru itulah kebaikan Beliau kelihatan di situ, rasa tanggung jawab yang besar dan ini adalah Ibu Wali Kota yang luar biasa menurut saya, saya sebenarnya juga merasa ya apa begitu? tapi saya ngomong apa adanya, karena saya yang memang turun langsung," ungkap Dr Sudarsono, Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging. Saat ini, Pemkot Surabaya terus berusaha berkoordinasi dengan Rumah Sakit Dr Soetomo, terutama dalam hal kesediaan tempat tidur dan jumlah pasien Covid-19, agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman antar instansi pemerintah yang ujung-ujungnya rakyatlah yang dirugikan. Demikian seperti dilansir pada Liputan6, 30 Juni 2020.

  • Surabaya
  • Tri Rismaharini
  • Risma
  • Berita Surabaya
  • biro surabaya
  • Balai Kota Surabaya
  • COVID-19
  • risma bersujud
  • idi jawa timur
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    News9 jam yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    News11 jam yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    News11 jam yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    News11 jam yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    News11 jam yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    News12 jam yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    News12 jam yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News13 jam yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News13 jam yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News13 jam yang lalu